JAKARTA – Bencana banjir dan longsor di Jawa Tengah yang terjadi saat bulan Ramadhan, menjadi perhatian besar, termasuk dari para Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akhirnya menginstruksikan digelarnya salat gaib dan tahlilan.
Seperti dipantau dari akun resmi twitter NU yakni @NahdlatulOelama, dikatakan “[Instruksi PBNU] Mari bersama menunaikan tahlilan dan Sholat Ghoib untuk korban bencana di Jateng. Cc @nu_online.”
Tidak hanya itu saja, kicauan tersebut disertai unggahan Surat perintah yang ditanda tangani Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj tertanggal 20 Juni 2016.
Perintah Sholat Ghoib dan tahlilan diinstruksikan kepada pengurus wilayah, cabang, lembaga dan badan otonom NU di seluruh Indonesia agar bencana tidak terjadi lagi serta mendoakan para korban bencana alam banjir dan longsong di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Informasi terakhir, korban jiwa akibat banjir dan longsor di Jawa Tengah pada 18-19 Juni 2016 adalah 47 orang tewas dan 15 lainnya hilang, serta puluhan luka-luka dan ratusan rumah rusak. Kerugian rata-rata mencapai miliaran. Pencarian korban terus dilakukan tim SAR Gabungan, sehingga diduga angka korban jiwa akibat musibah ini akan terus bertambah.





