JAKARTA, KBKNEWS.id — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Dompet Dhuafa memperkuat sinergi dalam pengembangan zakat nasional melalui audiensi yang berlangsung di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Pertemuan ini juga menjadi momentum silaturahmi dalam suasana Idulfitri 1447 Hijriah.
Audiensi tersebut dihadiri jajaran pimpinan kedua lembaga. Dari Dompet Dhuafa hadir Ketua Pengurus Ahmad Juwaini, Wakil Ketua Herdiansyah, Deputi Corporate Secretary Dian Mulyadi, General Manager Resources Mobilization Ahmad Faqih Syarafaddin, serta Manager Program Widodo.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas penguatan ekosistem zakat nasional, mulai dari peningkatan penghimpunan, tata kelola, transparansi, hingga optimalisasi pendayagunaan zakat untuk kesejahteraan umat.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan pentingnya peran amil zakat sebagai penggerak utama dalam sistem perzakatan nasional. Ia juga menyoroti perlunya inovasi, termasuk pembentukan divisi khusus berbasis delapan asnaf serta penguatan riset terkait mustahik dan muzakki.
“Kita akan mengesahkan tentang peningkatan mobilisasi zakat, pendayagunaan dan pemberdayaan. Potensi zakat di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan perlu didorong agar bisa mencapai target Rp160 triliun pada tahun 2031,” ujarnya.
Sodik juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan efektivitas penghimpunan dan distribusi zakat agar lebih adil dan tepat sasaran.
Senada, Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan menyampaikan bahwa Dompet Dhuafa dan BAZNAS memiliki semangat yang sama dalam melayani umat. Ia menilai sinergi dan penguatan data menjadi kunci agar program zakat lebih aplikatif dan berdampak luas.
“Saya respect dengan LAZNAS. Tugas kita bersama melakukan transformasi delapan asnaf menjadi konsep ekonomi program pendayagunaan serta menyinergikan data agar kolaborasi semakin kuat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengusulkan sejumlah langkah strategis, termasuk penguatan riset potensi zakat dan penyusunan indikator untuk mengukur dampak program zakat secara nasional.
“BAZNAS diharapkan dapat menyediakan tools pengukuran keberhasilan yang bisa digunakan seluruh LAZ, sehingga data dapat terintegrasi dan program pendayagunaan zakat bisa dikelola lebih efektif,” paparnya.
Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar turut mengapresiasi kinerja Dompet Dhuafa dan menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga. Ia menegaskan bahwa ke depan diperlukan penyusunan roadmap atau grand design zakat nasional secara bersama.
“Kita harus lebih sering duduk bersama membahas arah pengembangan zakat nasional. Tidak ada gunanya berkompetisi dalam pendayagunaan, yang terpenting adalah kolaborasi untuk pelayanan umat,” ujarnya.
Audiensi ditutup dengan penegasan bahwa amil zakat merupakan bagian penting dalam memperkuat dan memberdayakan para penerima zakat.
Melalui pertemuan ini, BAZNAS RI dan Dompet Dhuafa berharap sinergi yang terjalin dapat semakin memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia.





