BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026

JAKARTA, KBKNEWS.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.

Kepastian tersebut disampaikan meskipun harga minyak dunia tengah mengalami kenaikan akibat eskalasi konflik global.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Purbaya menyatakan pemerintah telah menghitung kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi. Dengan asumsi harga minyak dunia mencapai 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun, anggaran subsidi dinilai masih cukup untuk menahan kenaikan harga.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Selain mengandalkan APBN, pemerintah juga memiliki bantalan anggaran lain seperti Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai sekitar Rp420 triliun, termasuk dana yang ditempatkan di perbankan.

Di samping itu, pemerintah juga mengandalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor energi dan sumber daya mineral sebagai penopang tambahan jika terjadi tekanan akibat lonjakan harga minyak dunia.

Bahkan, pemerintah optimistis kenaikan harga komoditas seperti minyak dan batu bara justru dapat meningkatkan pendapatan negara.

Meski demikian, Purbaya mengingatkan bahwa kepastian ini hanya berlaku untuk BBM bersubsidi. Sementara itu, harga BBM non-subsidi tetap mengikuti mekanisme pasar sehingga berpotensi mengalami perubahan sesuai dinamika harga minyak global.

Dengan berbagai sumber pendanaan yang tersedia, pemerintah memastikan stabilitas harga BBM subsidi tetap terjaga hingga akhir tahun, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here