spot_img

Beberapa Hari Ini Terjadi Fenomena Hujan Dini Hari di Jakarta, Ini Penjelasan BRIN

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengemukakan bahwa curah hujan pada beberapa hari terakhir di Jakarta pada dini hari disebabkan oleh embusan angin dingin dari daratan Siberia, yang mendorong awan hujan dari tengah laut.

Erma Yulihastin, Peneliti Iklim dan Atmosfer BRIN, menjelaskan bahwa siklus hujan normal di daratan biasanya terjadi pada sore hingga malam setelah panas matahari mencapai maksimum dan membentuk awan konvektif.

Dia menambahkan bahwa hujan di laut terjadi tengah malam hingga dini hari kemudian angin dari utara mendorong hujan tersebut ke daratan.

“Di laut hujan berlangsung saat tengah malam sampai dini hari. Jadi, hujan yang tadinya masih di laut, digeser angin dari utara tersebut (ke daratan),” ujarnya dalam diskusi fenomena cuaca ekstrem di Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2024).

Erma menyatakan bahwa hujan pada tengah malam atau dini hari menunjukkan fenomena yang tidak sesuai dengan teori konvensional siklus hujan diurnal.

Ia menyebutkan bahwa seruak dingin dari daratan Siberia menciptakan angin kuat yang, jika mencapai wilayah ekuator seperti Indonesia, mendorong awan hujan dari tengah laut ke daratan.

“Pergeseran itu menjalar namanya propagasi, yang artinya sel di sana meluruh terbentuk baru, meluruh lagi terbentuk baru lagi. Akhirnya seperti membangun sebuah jembatan hujan dari laut ke darat,” kata Erma.

Selanjutnya, Erma mengungkapkan bahwa ada pendinginan suhu permukaan laut di sekitar ekuator, terutama di Laut Jawa bagian utara yang dekat dengan Selatan Karimata atau Natuna.

Suhu permukaan laut yang rendah ini menciptakan tekanan tinggi, meningkatkan kekuatan angin yang berembus menuju Jakarta.

Interaksi antara seruak dingin dari daratan Siberia dan pendinginan suhu permukaan laut di Laut Jawa bagian utara menyebabkan hujan turun lebih awal.

“Kedua fenomena itu bergabung menimbulkan hujan dini hari yang sangat deras, itu sebenarnya hujan laut yang waktunya terlalu cepat di lautnya,” tutur Erma.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles