Beijing Lockdown Lagi

Penduduk Beijing sedang dites swab.Tren penyebaran Covid-19 naik lagi di Beijing dan juga di Indonesia akhir-akhir ini akibat munculnya sub-sub varian baru Omicron dan pelonggaran kepatuhan publik pada prokes.

SEPERTI di Indonesia, dimana tren paparan Covid-19 naik sejak beberapa minggu terakhir ini,   China yang merupakan awal terdeteksinya Covid-19, bermula dari kota Wuhan, Prov. Hubei, medio Desember 2019, angkanya  juga melonjak lagi.

Bahkan, ibukota China, Beijing, menurut laporaan Kompas (23/11), diberlakukan penguncian wilayah (lockdown) secara parsial setelah paparan Covid-19 meningkat.

Otoritas setempat juga melkukan tes usap (swab) massal dan menghentikan sementara kegiatan sekolah dan perkantoran terutama di distrik palng parah terdampak Covid-19 seperti Distrik Chaoyang berpenduduk 3,5 juta orang dan lokasi banyak perkantoran, kedutaan, mal-mal dan pusat perbelanjaan serta  hunian warga asing.

Angka pertambahan paparan Covid-19 di Beijing (22/11) naik 274 kasus untuk yang bergejala dan 1.164 tanpa gejala, dibandingkan hari sebelumnya (21/11) yakni 154 kasus bergejala dan 962 kasus tanpa gejala.

Tidak hanya Beijing, sejumlah wilayah di China tengah dilaporkan juga terjadi lonjakan kasus Covid-19 termasuk kota niaga Guangzhou yang juga melakukan lockdown atau karantina terbatas.

Sementara itu, tren paparan Covid-19 di Indonesia juga naik lagi sejak beberapa pekan ini, selain akibat munculnya sub-sub varian Omicron seperti B.A1 sampai B.A5 dan terbaru XBB, juga terjadi akibat semakin longgarnya kepatuhan terhadap prokes terutama pengenaan masker.

Di sejumlah pusat keramaian seperti pasar-pasar tradisional dan pedagang K-5, rata-rata pedagang atau atau pembeli sudah tidak mengenakan masker, begitu pula Jemaah-jemaah di sejumlah masjid.

Pada Rabu (22/11) tercatat penambahan 7.644 kasus baru, 51 orang meninggal dan 4.984 orang sembuh, sehingga sejak terdeteksi pertama kali pada 2 Maret 2020, selurhnya total 6.620.317 kasus, 159.473 meninggal dan 6.98.648 orang sembuh.

Waspada, Covid-19 masih ada, bahkan tren penyebarannya sedang bergerak naik, sementara puncaknya diprediksi pada akhir November!