JAKARTA – Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) mengingatkan warga Indonesia khususnya yang tinggal di gedung bertingkat seperti rumah susun dan apartemen untuk mewaspadai kejadian seperti gempa di Turki.
Dalam keterangan tertulisnya, MPBI mengatakan belajar dari gempa Turki, Indonesia juga merupakan sarang aktivitas gempa karena terletak pada pertemuan 3 lempeng tektonik utama dunia yang bergerak relatif saling mendesak satu dengan lainnya.
Ketiga lempeng tersebut adalah Lempeng Samudera India-Australia di sebelah selatan, Lempeng Samudera Pasifik di sebelah timur, Lempeng Eurasia di sebelah utara (dimana sebagian besar wilayah Indonesia berada), dan ditambah Lempeng Laut Philipina. Di setiap pulaunya juga terdapat berbagai sesar, baik yang aktif maupun tidak aktif.
Banyak warga Indonesia di kota besar tinggal di gedung bertingkat tinggi (high rise buildings) seperti di apartemen dan rumah susun. Dan juga, banyak kota-kota besar ini berada di atas atau di dekat patahan/ sesar aktif yang berisiko tinggi terjadinya gempa besar.
Oleh karena itu, MPBI menyerukan untuk warga bersama para pengelola bangunan beserta pemerintah daerahnya untuk:
a. Melakukan audit keamanan struktural gedung, termasuk kekuatan, keteraturan, redundansi, pondasi, dan jalur beban, karena peluang orang selamat dari bangunan menjadi sangat kecil bila terjadi kerusakan struktural termasuk runtuhnya bangunan dan rumah
b. Menyusun prosedur tanggap darurat secara tertulis bersama penghuni dan pengelola gedung dan mewajibkan pengelola untuk melakukan sosialisasi prosedur tanggap darurat ke seluruh penghuni
c. Melakukan kesiapsiagaan non-struktural karena sering pula cedera dan korban jiwa yang terjadi adalah akibat dari benda-benda yang tidak aman dan bisa menimpa atau mencelakakan penghuninya.
d. Melakukan simulasi rutin setiap tahun yang diikuti oleh seluruh penghuni bekerja sama dengan pengelola gedung dan pemerintah setempat.





