ARIZONA – Sabtu (4/6/2016) legenda tinju dunia, Muhammad Ali, menghembuskan nafas terakhirnya di Phoenix, Arizona. Selain prestasinya di cabang olahraga, kepergiannya menyisakan keharuan bagi umat muslim karena kecintaan Ali terhadap Islam, kendati dirinya seorang mualaf.
Pria kelahiran 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat ini sebelum menjadi mualaf bernama lengkap Cassius Marcellus Clay Junior. Hingga kini namanya dianggap sebagai petinju terbaik yang pernah dimiliki publik Amerika Serikat dan orang kulit hitam.
Pada usia 22 tahun, ia merasa dilahirkan kembali ke dunia. Sebab, saat itulah, ia berganti nama dari Cassius Marcellus Clay Junior menjadi Muhammad Ali. Nama ini merupakan pemberian seorang tokoh Muslim dari Nation of Islam (NOI), Elijah Muhammad, tahun 1964.
Di tahun yang sama juga ia berhasil mengalahkan Sonny Liston di arena tinjunya. Menang atas Liston,ia memproklamirkan agama dan nama barunya. Sosok petinju muslim ini pun menjadi fenomenal.
Berikut ini sejumlah kutipan kata-kata penuh makna yang keluar dari mulut Ali ketika masih hidup, seperti dikutip dari Republika,co.id:
– Pengertian Islam adalah perdamaian. Adapun arti kata Muslim sendiri adalah mereka yang berserah diri kepada Allah. Sayangnya, media massa membuat kita tampak seperti pembenci.
– Allah adalah istilah dalam bahasa Arab untuk menyebut Tuhan . Berdiri untuk Tuhan , berjuang untuk Tuhan , bekerja untuk Tuhan dan melakukan hal yang benar, dan akhirnya segalanya yang baik akan menghampiri Anda.
– Dia yang tidak cukup berani untuk mengambil risiko akan mencapai apa-apa dalam hidup.
– Persahabatan…. Bukanlah sesuatu yang Anda dapat pelajari di sekolah. Jika Anda belum paham arti persahabatan, berati Anda belum memahami apapun..
– Saya benci setiap menit dari waktu berlatih, tapi saya selalu berkata, “Jangan berhenti. Lebih baik menderita sekarang dan menghabiskan sisa hidup sebagai sang juara”.
– Manusia tidak pernah menyadari apa yang mereka miliki hingga akhirnya lenyap dari genggaman. Seperti Presiden Kennedy, tidak ada manusia seperti dia, atau The Beatles. Termasuk idola saya, Elvis Presley. Saya adalah Elvis di atas ring tinju.
Kini, setelah 12 tahun berjuang mengatasi sindroma parkinson, Muhammad Ali, pergi selamanya di usia 74 tahun. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, selamat jalan Muhammad Ali.




