Belasan WNI Korban Pengantin Pesanan di China Sudah Dipulangkan

Ilustrasi/ IST

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri mengungkapkan telah berhasil memulangkan 14 warga Indonesia yang menjadi korban pengantin pesanan dari China.

Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menjelaskan 14 warga Indonesia tersebut sudah dikembalikan ke daerah asal mereka dan ditangani oleh kementerian terkait.

Faizasyah menambahkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi secara khusus sudah berangkat ke Kalimantan Barat untuk mencoba menyelesaikan isu pengantin pesanan ini dari sektor hulu.

Sementara Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasari, mengatakan pengantin pesanan merupakan bentuk perdagangan manusia, dimana korban diimingi untuk menikah, yang seharusnya pemerintah Indonesia dapat mencegah sejak awal.

Dian menyebutkan banyak perempuan Indonesia di penjara Taiwan, mereka lari karena tidak tahan dieksploitasi suami mereka tapi dokumen pribadi mereka ditahan oleh suami. Dia menegaskan pengantin pesanan yang merupakan korban perdagangan manusia terus terjadi.

“Faktarnya hari demi hari banyak sekali mereka yang pergi ke luar negeri demi menjadi pengantin pesanan. Sebenarnya ada penyelundupnya, ada yang membujuk, ada yang menjanjikan, kemudian mereka mau menikah. Beberapa di antaranya dikawinkan dengan lansia (orang lanjut usia) semata-mata untuk merawat para lansia itu dan memenuhi hasrat seksual lansia itu,” ujar Dian.

Dia mengungkapkan kebanyakan pengantin pesanan itu pergi ke China, Vietnam, Taiwan, dan Hong Kong. Kecenderungan yang menjadi korban pengantin pesanan adalah perempuan dari ras mongoloid. Rata-rata yang menjadi pengantin pesanan itu berumur 15-16 tahun namun usia mereka dinaikkan.

Modus dari pencarian pengantin pesanan itu, kata Dian, dalam bentuk agen biro jodoh yang datang ke Singkawang, Kalimantan Barat.

Dian menyerukan satuan tugas pemberantasan perdagangan orang harus aktif dalam pencegahan agar tidak makin banyak perempuan Indonesia menjadi korban pengantin pesanan.

Advertisement