Benjol Bakpao Apa Bakpia?

Ternyata pohon mahoni dan tiang listriklah yang berjasa "menangkap" Setya Novanto.

MENDADAK kue bakpao sangat populer beberapa hari ini. Gara-garanya, mobil Setya Novanto yang ditumpanginya nabrak tiang listrik di bilangan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Maka sang pengacaranya, Frederich Yunadi mengatakan, “Kepala Setya Novanto benjol sebesar bakpao.” Ternyata itu sekedar dramatisasi kata-kata belaka. Sebab faktanya, benjol di kepala Ketua DPR-Ketum Golkar itu paling-paling hanya sebesar bakpia!

Kamis lalu Setya Novanto memang hendak dijemput paksa KPK, karena selalu tak memenuhi panggilan untuk menjadi saksi. Alasannya macem-macem. Yang harus seizin presidenlah, hak imunitas anggota DPR lah, sampai soal sedang ajukan gugatan ke MK segala. Karena KPK sudah habis kesabarannya, dijemputlah Setya Novanto oleh dua penyidik ke rumahnya. Ternyata, dia sudah pergi duluan. Kata istrinya pun, tidak tahu ke mana kepergian suaminya. Pers dan publikpun lalu menyebut: Setya Novanto menghilang.

Kepala rumahtangga pergi tinggalkan rumah tanpa pesan, itu sebenarnua sudah biasa. Cuma karena Setya Novanto ini adalah Ketua DPR dan Ketum Golkar yang kebetulan bermasalah dengan KPK, jadi geger. Tapi jika publik dan pers menyebut menghilang, itu salah besar. Setya Novanto itu manusia biasa. Yang bisa menghilang hanyalah setan!

Kamis siang Setya Novanto masih nampak menghadiri kegiatan di DPR. Tapi sore hari tiba-tiba tak diketahui di mana berada. Ada yang bilang, Setya Novanto pergi bersama ajudannya, ketika dijemput seseorang. Sampai Jumat pagi, belum  diketahui juga di mana keberadaannya, karena semua HP-nya non aktif.

Kalangan pers dan publik pun menyebut: Setya Novanto menghilang. Itu istilah salah besar. Sebab yang bisa menghilang itu hanyalah setan. Sedangkan Setya Novanto adalah manusia biasa yang masih doyan nasi dan minum teh ginastel (legi-panas-kentel). Jadi sekali lagi, istilahnya yang benar adalah: dia hanya pergi tinggalkan rumah tanpa pesan. Itu saja.

Dalam kepercayaan Jawa, orang yang bisa menghilang itu memiliki ajian Welut Putih, atau aji panglimunan. Seorang maling misalnya, meski dikepung polisi berlapis-lapis, takkan bisa ditemukan bila memiliki ajian Welut Putih. Di jaman milenial ini, konon asal ketemu air Aqua galonan atau gelasan, dengan cepat bisa menghilang. Cuma bedanya, jika ketemu Aqua galonan seharga Rp 16.000,- ngilangnya cepat. Tapi jika Aqua gelasan Rp 500,- relatif agak lama.

Andaikan Setya Novanto warga negara biasa, ketika pergi tinggalkan rumah tanpa pesan, keluarganya bisa minta tolong koran untuk dimuat secara gratis. Syaratnya hanya selembar pasfoto, laporan polisi dan fotokopi KTP yang melaporkan ke koran tersebut. Hari berikutnya biasanya sudah ada respon pembaca, Setya Novanto ada di sini. Keluarga bisa menjemputnya.

Tapi karena Setya Novanto ini pejabat tinggi negara yang sedang bermasalah dengan KPK, jadi bikin heboh. Ketika dipanggil KPK untuk jadi saksi, mestinya segera datang. Jika malah pergi begitu tanpa pesan secuilpun, publik akan menilai bahwa Ketua DPR itu sosok pejabat yang tidak berjiwa kesatria dan tidak taat hukum. Sungguh kasihan jika sampai masuk DPO.

Sampailah pada kejadian Jumat malam pukul 18.15. Sebuah TV swasta berhasil mengadakan wawancara dengan Setya Novanto lewat HP. Tapi hanya beberapa detik, tiba-tiba wawancara itu terputus…… Rupanya mobil Setya Novanto nyungsep nabrak tiang listrik. Tertangkaplah dia di RS Medika Permata Hijau, dan kemudian dipindahkan ke RSCM Kencana. Sejak itu dia jadi tahanan KPK. Kata sang pengacara, Setya Novanto luka parah, kepalanya benjol sebesar bakpao. Masalahnya harus diperjelas, bakpao isi kacang ijo, atau isi daging? (Cantrik Metaram)

Advertisement