Bentrokan di Tripoli, Sudah 4.500 Warga Libya Mengungsi

Ilustrasi Pasukan pemberontak pimpinan Jenderal Khalifa Haftar menyerang kedudukan pemerintahan PM Libya Fayez al-Sarrai di Tripoli, Kamis (4/4). Enam tahun lebih pasca tumbangnya diktator Muamar Khaday, Libya terus dilanda konflik.

LIBYA – Ribuan orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat pertempuran yang terjadi di ibukota Libya, antara pasukan Jenderal Khalifa Haftar dan pasukan yang setia kepada pemerintah negara yang diakui secara internasional.

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA), setidaknya 4.500 orang telah mengungsi sejak bentrokan memuncak enam hari lalu, ketika pemberontak Jenderal Khalifa Haftar memerintahkan pasukannya untuk berbaris di Tripoli.

Sementara masih banyak juga yang terjebak di rumah mereka, dimana  lebih dari 500.000 anak berada dalam kondisi yang tidak aman.

Mahmoud Abdelwahed dari Al Jazeera, melaporkan dari Tripoli, pada Kamis (11/4/2019), mengatakan situasi di pinggiran selatan ibukota tetap sangat tegang, dengan pihak-pihak yang bertikai berlomba-lomba untuk mengambil kendali atas bandara internasional yang tidak digunakan di kota itu.

“Situasi di dan sekitar bandara internasional Tripoli sangat tegang setelah pasukan Haftar berhasil merebut kembali bandara tadi malam,” kata Abdelwahed.

 

Advertisement