TEPI BARAT – Pasukan Israel pada hari Rabu (1/2/2017) terlibat bentrokan dengan ratusan demonstran saat evakuasi pemukim Tepi Barat dilakukan.
Evakuasi dilakukan menyusul rencana pembuatan perumahan baru di Tepi Barat oleh pemerintah Israel, yang telah didukung oleh Presiden Donald Trump.
Ribuan polisi diturunkan untuk melawan ratusan pengunjuk rasa, dimana para demonstran banyak terdiri dari aktivis keagamaan yang berbondong-bondong ke puncak bukit untuk menunjukkan solidaritas mereka dengan warga.
Puluhan warga enggan meninggalkan rumah mereka tanpa perlawanan, dengan membawa anak-anak di belakangnya. “Seorang Yahudi tidak akan mengusir Yahudi lainnya!” ujar salah satu pemukim.
“Ini adalah rumah saya. Saya ingin tinggal di sini. Ini adalah hak saya untuk tinggal di sini,” kata warga Tamar Nizri kepada Channel 2 berita TV, seperti dilansir AP.
“Ini adalah pengusiran, perusakan, ketidakadilan dan kejahatan. Kebenaran yang paling mendasar adalah bahwa Tanah Israel milik rakyat Israel,” katanya.
Atas bentrokan tersebut belasan polisi cedera dan tujuh demonstran telah ditangkap.





