Bentrokan Thailand dan Kamboja Picu 500.000 Warga Mengungsi

JAKARTA, KBKNEWS.id – Lebih dari 500.000 warga Thailand dan Kamboja terpaksa mengungsi akibat bentrokan perbatasan yang kembali pecah, dan angka tersebut melampaui total evakuasi pada bentrokan di awal tahun.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, mengatakan lebih dari 400.000 warga di tujuh provinsi telah dipindahkan ke lokasi aman. Evakuasi dilakukan karena adanya ancaman langsung terhadap keselamatan warga.

“Kami ingin mencegah terulangnya serangan terhadap warga sipil seperti yang terjadi pada Juli 2025,” katanya, dilansir straitstimes.

Di Kamboja, juru bicara Kementerian Pertahanan Maly Socheata menyampaikan bahwa 101.229 orang telah dievakuasi ke tempat penampungan dan rumah kerabat di lima provinsi hingga akhir 9 Desember.

Thailand dan Kamboja telah lama berselisih mengenai demarkasi perbatasan sepanjang 800 km, termasuk sengketa terkait klaim atas kompleks candi bersejarah yang beberapa kali memicu bentrokan bersenjata.

Bentrokan pekan ini menjadi yang paling mematikan sejak lima hari pertempuran pada Juli 2025 yang menewaskan puluhan orang dan mengungsikan sekitar 300.000 warga. Ketegangan ketika itu berhasil diredakan melalui gencatan senjata yang difasilitasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kedua pihak saling menuding sebagai pemicu eskalasi terbaru, yang pada 9 Desember telah meluas ke lima provinsi di masing-masing negara.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here