Berangkatkan Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya, Mensos Kisahkan Pertemuan dengan Rohingya di Mekah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa/ Foto: bantenprov.go.id

SURABAYA – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menceritakan pengalamannya bertemu dengan tiga orang ibu jamaah haji asal Myanmar saat berada di Tanah Suci, yaitu ketika akan menunaikan salat magrib di Masjidil Haram, Mekah, Saudi Arabia, pada 1 September.

Khofifah mendengar sendiri kesedihan mereka atas kekerasan yang kembali terjadi pada kaumnya. “Mereka bingung, setelah menunaikan ibadah haji mau pulang ke mana,” ucapnya, ketika memberangkatkan kapal kemanusiaan berisi bantuan dari bangsa Indonesia untuk pengungsi etnis Rohingya di perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (21/9/2017).

Saat itu juga Khofifah kemudian memerintahkan para stafnya di Kementerian Sosial untuk turut menggalang bantuan bagi pengungsi Rohingya.

“Sedangkan terhadap ketiga ibu ini, saya gunakan jaringan yang saya kenal di pemerintahan Saudi Arabia agar bersedia menampungnya sementara waktu karena situasi di tempat asalnya masih sedang bergejolak,” katanya, dilansir Antara.

Sementara dari stafnya di Kementerian Sosial, lanjut dia, juga sempat kebingungan kalau mau memberi bantuan ke pengungsi Rohingya harus disalurkan melalui siapa.

“Karena posisi saya waktu itu memang masih sedang berada di Tanah Suci dan saya instruksikan tidak perlu menunggu saya pulang ke Tanah Air untuk menggalang bantuan terhadap pengungsi Rohingya,” ujarnya.

Khofifah berterima kasih kepada organisasi nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Tanah Air yang sejak enam tahun terakhir telah memfokuskan diri bekerja untuk kemanusiaan. “Sehingga ACT bisa menjadi penghubung bagi warga Indonesia yang ingin memberi bantuan kepada pengungsi Rohingya,” katanya.

Dalam upaya menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya, ACT bekerja sama dengan PT Terminal Petikemas Surabaya yang mengelola salah satu pelabuhan internasional di Tanjung Perak Surabaya, serta perusahaan pelayaran PT Samudera Indonesia yang menyediakan kapal kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan yang telah terkumpul.

Advertisement