Berbeda dengan Israel, Suriah Tegaskan Dukungan untuk Iran atas Sanksi-sanksi AS

Presiden Suriah Bashar al-Assad (kanan) bertemu dengan Ali Asghar Khaji, asisten senior urusan politik khusus untuk Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, di Damaskus, Suriah, pada 2 Juli 2019/ SANAA

SURIAH – Presiden Bashar al-Assad mengatakan Suriah mendukung penuh negara Iran dan pendirian Islam terhadap semua ancaman dan tindakan, yang bertentangan dengan hukum dan peraturan internasional.

Berbicara selama pertemuan dengan Ali Asghar Khaji, asisten senior pada urusan politik khusus untuk Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, di Damaskus pada  Selasa (2/7/2019), Assad menggarisbawahi dukungan negaranya untuk Iran dan kepemimpinannya, yang menyatakan bahwa Suriah membela upaya Iran untuk hak-hak mereka. dan mendukung mereka terhadap semua ancaman dan tindakan yang melanggar dasar hukum internasional.

Dilansir Press TV, Assad kemudian diberi pengarahan tentang perkembangan mengenai kesepakatan nuklir Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), setelah keberangkatan AS dari perjanjian 2015, dan langkah eskalatorik terbaru Washington di wilayah Timur Tengah.

Sementara Khaji, merujuk pada hubungan yang sangat mengakar antara Teheran dan Damaskus, menekankan bahwa Iran bertekad untuk meningkatkan ikatan seperti itu di semua bidang untuk melayani kepentingan kedua negara.

Menurutnya, Negara dan pemerintah Iran akan terus mendukung Suriah sampai negara itu membebaskan semua wilayahnya dan membangun kembali apa yang telah dihancurkan oleh perang.

Kedua pejabat itu kemudian membahas perkembangan regional baru-baru ini, dan terorisme ekonomi AS terhadap Suriah dan Iran.

Berbeda dengan Suriah, sebagaimana diberitakan sebelumnya, Israel akan membantu AS jika Iran melakukan perlawanan terhadap negara yang dipimpin Trump tersebut.

Menteri Luar Negeri Israel, Yisrael KatzIsrael menyatakan jika Israel tengah memperhitungkan langkah militer jika terjadi konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.

Advertisement