BANGLADESH – Badan PBB mengatakan pada Sabtu (16/9/2017), dua anak dan seorang wanita tewas ketika berebutan mendapatkan bantuan di dekat sebuah kamp pengungsi Bangladesh.
Perkelahian di kalangan Rohingya terjadi ketika mereka berusaha mendapat makanan dan pakaian yang dilemparkan dari truk-truk pengangkut barang.
Insiden tersebut terjadi pada hari Jumat di Balukhali di distrik Cox’s Bazar dimana puluhan ribu Muslim Rohingya telah berkemah selama berminggu-minggu setelah melarikan diri dari kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar.
“Dua anak dan seorang wanita terbunuh dalam sebuah penyerbuan selama pemberian pakaian yang tidak sah di jalan di daerah Balukhali Pan Bazar,” kata sebuah laporan yang disiapkan oleh sekelompok badan PBB dan dua badan amal, dilansir Channel News Asia.
“Meskipun ada peraturan daerah dan ruang kontrol, distribusi barang bantuan swasta terus berlanjut,” katanya, menyoroti manajemen bantuan yang kacau.
“Kami tahu dua orang Rohingya telah meninggal pada hari Jumat di daerah Balukhali, termasuk bayi berusia enam bulan yang meninggal karena pneumonia,” kata kepala polisi setempat Mohammed Kai-Kislu.
PBB mengatakan pada hari Sabtu bahwa 409.000 orang Rohingya telah melarikan diri dari negara Rakhine yang dilecehkan sejak 25 Agustus ketika serangan pemberontak Rohingya terhadap pasukan keamanan memicu sebuah tindakan keras oleh tentara Myanmar.
Sebagian besar Rohingya, yang menghabiskan lebih dari satu minggu melakukan pelayaran lintas negara dari Rakhine ke perbatasan Bangladesh, telah menemukan kamp-kamp meluap dan terpaksa berkemah di pinggir jalan berlumpur.





