JAKARTA (KBK) – Hari ini Kampus Bisnis Umar Usman mewisuda 98 mahasiswa angkatan empat tahun ajaran 2016/2017. Selaku key note spech Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi mengatakan keberhasilan dan kesuksesan seorang mahasiswa bukan dilihat dari titel atau gelar yang ia sandang, melainkan dari kemampuan atau skill yang dimiliki.
“Jangan tanya ijazah tetapi skill individu. Titel boleh berderet tetapi hanya di Umar Usman dalam waktu satu tahun mahasiswa dapat menjadi pengusaha,” ujar Parni di depan ratusan hadirin yang memenuhi ruang sidang kelulusan di Jakarta (17/9).
Parni menuturkan sebagai pengusaha muda seyogyanya masyarakat jangan melihat hal ino dari segi omsetnya saja. Yang perlu digarisbawahi menurut Parni adalah para mahasiswa telah
berhasil mengubah mindset, pola pikir yang besar untuk menjadi pengusaha.
Tambah Parni menjadi pengusaha adalah pengemban provesi mulia karena mewarisi provesi nabi Muhammad SAW. Ia berharap supaya para wisadawan Umar Usman dapat berbisnis seperti rosul yang mengedepankan kejujuran dan amanah.
Dalam paparannya menurut Parni Indonesia hanya bisa maju jika masyarakatnya terdiri dari pengusaha.
“Dengan menjadi pengusaha negara kita tidak bisa dibohongi, tidak mudah ditipu. Negara bisa sejahtera bila masyarakatnya pengusaha,” ujarnya.
Kata Parni dengan menjadi pengusaha, seseorang juga bakal memiliki kemampuan untuk mengangkat derajat seseorang khususnya para fakir miskin yang kini banyak berada di sekitar masyarakat.
“Terdapat 2 cara untuk memberdayakan orang miskin. pertama dibantu dan kedua diajari bisnis. Tanpa di ajari untuk usaha yang legal dan halal maka orang miskin akan susah untuk bangkit dan menaikan derajat hidup,” ucapnya.
Di penghujung orasinya Parni berpesan kepada wisudawan untuk tidak mundur ketika usahanya mendapatkan cobaan seperti kena tipu atau bangkrut.
“Jika anda ditipu sekali, anda harus bangkit 1000 kali. Anda harus bangkit dengan kerja cerdas. Banggalah menjadi pengusaha,” kata Parni.
Rektor Kampus Bisnis Umar Usman Asep Hendriana mengatakan prosesi wisuda ini adalah sebuah awal dari bagaimana seseorang dapat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Bagi saya lulus yang abadi ialah dapat menjadi panutan dan contoh bagi masyarakat luas serta berbakti pada agama dan orang tua,” ujarnya.





