JAKARTA – Sejak insiden yang menimpa Ethiopian Airlines, banyak negara yang mencekal pesawat Boeing 737 MAX 8 beroperasi. Pada selasa kemarin Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) mengikuti langkah serupa dengan menangguhkan dua model Being 737 MAX di seluruh wilayah udara benua tersebut.
Namun, Southwest Airlines di AS tetap mengoperasikan 34 unit pesawat Boeing 737 Max 8 dan tidak merencanakan perubahan dalam layanan. Demikian juga, American Airlines, yang mengoperasikan 24 unit pesawat tipe itu, tidak berencana untuk mengandangkan armadanya.
Berikut negara-negara yang menghentikan operasi Being 737 MAX : – Afrika Selatan (Comair) – Anggota EASA – Argentina (AerolÃneas Argentinas) – Australia – Austria – Belanda – Belgium – Brasil (GOL Linhas Aéreas) – China – Etiopia – India – Indonesia – Irlandia – Islandia (Icelandair) – Italia – Jerman – Kepulauan Cayman (Cayman Airways) – Malaysia – Meksiko (Aeromexico) – Mongolia (MIAT Mongolian Airlines) – Maroko (Royal Air Maroc) – Nowergia (Norwegian) – Oman – Polandia – Perancis – Singapore.
Sebagai catatan, negara yang tidak dicantumkan nama maskapai berarti seluruh perusahaan penerbangan tidak diperkenankan untuk mengoperasikan Boeing 737 MAX.





