JAKARTA – Kabar pemerintah akan menyalurkan 5,6 juta kartu prakerja bagi pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) ditengah wabah corona menjadi salah satu pencerahan bagi mereka yang sudah terdampak.
Banyak yang tidak tergiur dengan janji total insentif bantuan pelatihan sebesar Rp3,55 juta, dimana dana itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali.
Karenanya, wajar jika sekarang membuka akses pembuatan kartu prakerja di www.prakerja.go.id sangat sulit, dikarenakan jutaan orang berlomba-lomba mengakses pembuatan kartu tersebut. Bahkan di wilayah dengan sinyal internet tinggi, dengan kapasitas lebih dari 15 mbps saja, link tersebut masih sulit dibuka.
Jika sabar, dan masih terus berusaha membukanya, kemudian berhasil dalam beberapa jam, kenyataannya tak seindah sudah melewati jalanan macet di ibukota ketika belum ada corona. Pengisian data diri juga membutuhkan waktu yang lama, misalnya saja dari tampilan alamat, provinsi asal kita, semuanya loading dengan sangat lambat, sampai berpikir “serasa lagi isi formulir tes cpns”.
Pengunggahan foto selfie dengan memegang KTP juga menjadi kesulitan yang dihadapi, dipastikan foto tidak lebih dari 2 MB ya, jika tidak wassalam, berhari-hari juga akan gagal menggugah foto.
Tapi, jangan senang dulu, karena pembuatan kartu ini tidak akan diberikan untuk semua yang mendaftar, karena akan ada tes online yang harus dikerjakan. Tes yang Diujikan dalam Seleksi Kartu Prakerja Pelaksanaan Kartu Prakerja 2020 merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Re-focusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa untuk Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Nantinya jika sudah menjadi calon penerima manfaat kartu prakerja, bisa menggunakan insentif yang diberikan sebagai modal usaha. Namun, pelatihan harus diselesaikan terlebih dahulu.
Beberapa alternatif pelatihan antara lain cara berjualan secara online, menjadi fotografer, menguasai aplikasi komputer, kursus bahasa, keterampilan perawatan kecantikan, menjadi pelatih kebugaran, cara mendapatkan penghasilan dari media sosial, dan lain-lain.
Hingga saat ini, dirangkum Kompas.com, terdapat delapan platform marketplace yang bakal menjadi perantara antara lembaga pelatihan dan pencari kerja. Kedelapan platform tersebut adalah Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu dan Sisnaker.
Terakhir, peserta program kartu prakerja boleh mengambil pelatihan selanjutnya setelah menuntaskan pelatihan pertama. Rincian uang yang diterima peserta Kartu Prakerja Bantuan biaya pelatihan dan insentif hanya akan diberikan sekali seumur hidup untuk peserta.
Pastikan anda tidak ketinggalan karena gelombang pertama dimulai dari 11 April 2020 sampai dan dibuka kuota untuk sekitar 164 ribu peserta, dan ditutup Kamis 16 April 2020, pukul 16.00 WIB.
Tertarik? Sabar, tekuni, telateni, dan tetap ikuti prosedur pembuatan kartunya, kalau memang ingin menjadi salah satu penerima bantuan. Daripada bengong #dirumahaja, tidak mengapa berlama-lama duduk di depan layar komputer atau laptop untuk membuat kartu ini, siapa tau kita jadi salah satu penerima manfaatnya!





