Berkelamin Ganda dan Derita Tumor, Bayi Dunga Butuh Uluran Tangan

Ilustrasi

SUBANG – Dunga Putra Heri, bayi berusia dua tahun asal Blok Karangmekar RT04/21 Kelurahan Cigadung,  Kabupaten Subang, Jawa Barat harus menanggung beban kesakitan sejak lahir.

Dunga yang memiliki kelamin ganda,  divonis menderita tumor pada bagian perut sejak tiga bulan terakhir.

Awalnya, anak ketiga pasangan Hari Sutari dan Yeni Setiani ini pada Agustus lalu benjolan kecil muncul di bagian perutnya. Benjolan ini terus menerus membesar hingga perut Dunga mengalami buncit. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan fisiknya yang semakin kurus.

Kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu, membuat pengobatan terhadapnya terhambat. Sang ayah, berprofesi sebagai buruh bangunan. Sementara ibunya, hanya seorang ibu rumah tangga yang mengurus keluarga dan mengasuh ketiga anaknya.

“Kalau kelamin ganda bawaan sejak lahir. Sedangkan tumor kami baru tahu tiga bulan ke belakang. Awalnya normal, pas Agustus kemarin ada benjolan di perutnya. Awalnya biasa saja, tapi semakin hari semakin besar. Tahu itu tumor setelah diperiksa dokter,” kata ibu Dunga, Yeni, Rabu (14/11/2018), dikutip PR.

Menurut Yeni, anak bungsunya itu bisa mendapat pemeriksaan hingga dibawa ke RSHS Bandung berkat bantuan aktivis perempuan yang sering bergerak di bidang sosial, Noviyanti Maulani. Sudah sebulan terakhir, Dunga menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung.

Hingga saat ini, sudah ada empat kali penanganan medis yang diterima Dunga. Pemeriksaan terakhir adalah scanning.

Salah satu relawan, Novi, tergerak untuk membantu sebisa mungkin derita yang ditanggung keluarga Dunga.

Namun baik Yeni dan Novi, keduanya mengharapkan ada bantuan tambahan yang diberikan untuk Dunga. Pasalnya, selain tumor di bagian perut yang perlu mendapat penanganan cepat, Dunga juga memiliki kelamin ganda.

“Sebagai orang tua, saya ingin anak saya sehat seperti dulu. Bisa Bermain lagi. Saya gak tega kalau Dunga merasakan sakit,” ucap Yeni.

Advertisement