
Jakarta, KBKNews.id – Bermain gim video kini telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, lintas usia dan latar belakang. Bagi sebagian orang, gim menjadi sarana hiburan untuk melepas penat, mengisi waktu luang, bahkan mempererat relasi sosial.
Namun di balik manfaat tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya mengatur durasi bermain.Tujuannya jelas, agar tidak berdampak negatif bagi tubuh dan mental.
Survei menunjukkan, mayoritas masyarakat modern setidaknya meluangkan waktu satu jam per minggu untuk bermain gim. Meski tergolong wajar, kebiasaan ini dapat berubah menjadi masalah ketika dilakukan secara berlebihan dan tanpa kendali.
Dampak Bermain Gim Terlalu Lama bagi Tubuh dan Pikiran
Melansir dari nypost.com, sejumlah penelitian telah lama mengaitkan durasi bermain gim yang berlebihan dengan berbagai risiko kesehatan. Mulai dari gangguan kecemasan, depresi, kelelahan mata, hingga peningkatan risiko obesitas dan gangguan tidur.
Temuan tersebut diperkuat oleh sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition, yang meneliti hubungan antara durasi bermain gim dan kesehatan anak muda. Penelitian ini melibatkan lebih dari 300 mahasiswa di Australia dengan usia rata-rata sekitar 20 tahun.
Para peneliti membagi responden ke dalam tiga kelompok berdasarkan waktu bermain gim per minggu:
- kelompok rendah (0–5 jam)
- kelompok sedang (5–10 jam)
- kelompok tinggi (lebih dari 10 jam)
Hasilnya menunjukkan, kelompok dengan durasi bermain rendah dan sedang memiliki kondisi kesehatan yang relatif serupa. Namun, perbedaan signifikan muncul ketika waktu bermain melampaui 10 jam per minggu.
Pada kelompok dengan durasi bermain tinggi, kualitas pola makan cenderung menurun. Sleain itu, indeks massa tubuh meningkat hingga rata-rata 26,3. Angka ini masuk dalam kategori obesitas. Serta kualitas tidur yang lebih buruk dibandingkan kelompok lain.
Tidur Terganggu dan Risiko Kesehatan Jangka Panjang
Gangguan tidur menjadi salah satu dampak yang paling konsisten ditemukan pada para pemain gim. Meski seluruh kelompok dalam penelitian melaporkan penurunan kualitas tidur, skor gangguan tidur paling tinggi ditemukan pada mereka yang bermain lebih dari lima jam per minggu.
Penelitian lain juga menyoroti dampak jangka panjang dari kebiasaan terlalu lama duduk di depan layar komputer. Pada pria, paparan berlebihan terhadap layar dan minimnya aktivitas fisik dikaitkan dengan penurunan kebugaran tubuh dan meningkatnya risiko gangguan fungsi seksual di kemudian hari.
Selain itu, beberapa studi sebelumnya menemukan hubungan antara kebiasaan bermain gim tertentu dengan kecenderungan masalah perjudian di masa depan, terutama gim yang mengandung unsur loot box atau hadiah acak.
Bermain Gim Tetap Boleh, Asal Tahu Batasnya
Para peneliti menegaskan, bermain gim tidak serta-merta menjadi penyebab langsung berbagai masalah kesehatan. Namun, pola yang muncul menunjukkan adanya hubungan antara durasi bermain yang berlebihan dan meningkatnya faktor risiko kesehatan.
“Studi ini tidak membuktikan bahwa bermain gim menyebabkan masalah-masalah tersebut,” kata Profesor Mario Siervo dari Curtin School of Population Health, yang memimpin penelitian ini, dalam pernyataannya yang dikutip dari jurnal Nutrition.
“Namun, temuan kami menunjukkan pola yang jelas, durasi bermain yang terlalu lama mungkin berkaitan dengan meningkatnya risiko kesehatan,” ujarnya.
Di tengah berkembangnya tren kebugaran berbasis teknologi dan gim yang menggabungkan unsur olahraga, para ahli tetap menekankan pentingnya keseimbangan. Bermain gim dapat menjadi hiburan yang sehat jika diimbangi dengan aktivitas fisik, pola makan seimbang, serta waktu istirahat yang cukup.




