Berpindah-pindah, Posisi Sandera WNI Sudah Terdeteksi

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu/ viva.co.id

JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku, pihaknya sudah mendeteksi posisi tujuh ABK TB Charles yang disandera di Filipina dan tiga WNI ABK kapal pukat tunda LD/114/5S yang ditangkap di perairan Sabah Malaysia.

Awalnya Tujuh anak buah kapal (ABK) Charles 001 dan tongkang Robby 152 yang ditangkap di pada 23 Juni terpantau ada di Pulau Panamao, Kepulauan Sulu. Di situ, mereka hidup bersama pucuk pimpinan kelompok Abu Sayyaf, Alhabsy Misaya dan Salip Mira Kayawan.

Keadaan berubah pada awal Juli kemarin, dimana tiga orang dipindahkan ke Pulau Lapak yang berada di sebelah selatan Pulau Panamao dan mereka berada di bawah pengawasan subkelompok Majal Adja.

Pemecahan sandera diyakini untuk menghindari deteksi dan konsentrasi keamanan, “Sekitar 64 kilometer jaraknya,” ujarnya, di Jakarta.

Namun saat ini, jumlah sandera di Pulau Panamao kembali menjadi tujuh orang. Sebab, tiga WNI ABK kapal pukat tunda LD/114/5S yang ditangkap di perairan Malaysia, 9 Juli, ditempatkan di Pulau tersebut.

“Yang tiga (sandera terakhir) ini ditaruh dengan yang empat, jadi di sana tetap ada tujuh,” terangnya, seperti diberitakan Jawapos, Selasa (19/7/2016).

Advertisement