JAKARTA, KBKNEWS.id — Banjir bandang yang melanda Kabupaten Langkat menyisakan kepedihan yang jauh lebih besar daripada apa yang terlihat di media sosial.
Chiki Fawzi, Super Volunteer Dompet Dhuafa, menjadi saksi langsung getirnya kisah para penyintas yang hingga kini masih berjuang melewati masa-masa darurat.
“Ini sudah hari ketujuh pascabencana, tapi air masih tinggi. Sejak tadi ibu-ibu datang bercerita bagaimana mereka harus menjadi single parent, rumahnya tenggelam, bahkan becaknya terbawa arus,” ungkap Chiki, penuh haru.
Pada Selasa (2/12/2025) di Desa Air Hitam, Chiki bersama Relawan Dompet Dhuafa menggelar layanan Psychological First Aid (PFA) untuk sekitar 40 anak.
Kegiatan ini bertujuan mengurangi stres, kejenuhan, serta membantu memulihkan emosi mereka setelah didera bencana. Tim juga membagikan makanan kepada sekitar 500 penyintas di sekitar pos pengungsian.
“Untuk ibu-ibu, bapak-bapak, dan adik-adik semua, semoga Allah terus memberikan kekuatan. Semoga keberadaan kami bisa menggaungkan kepedulian dan membuka jalan bagi lebih banyak bantuan, terutama bagi mereka yang belum tersentuh,” tutupnya.
Dompet Dhuafa hingga terus berupaya memberikan bantuan dan mengajak masyarakat untuk mengulurkan tangan bagi saudara terdampak bencana besar di Sumatera dan Aceh.
Sejumlah respon telah diberikan mulai dari membantu pencarian korban, mendirikan dapur umum, pos hangat, hingga pendampingan psikologis bagi penyintas.





