Bertani di Lahan Sempit Perkotaan

bertani

JAKARTA (KBK) – Fluktuatifnya harga sayur mayur seperti cabai dan bawang merah kerap membuat warga Ibu kota khususnya yang berpenghasilan rendah kelabakan. Menurut Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian DKI Jakarta M Ramdhani hal tersebut bisa diatasi dengan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari atau KRPL.

Menurut Ramdhani KRPL bisa memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah dengan 3 metode budidaya sayuran, dengan begitu lahan tidur disekitar rumah dapat lebih produktif. Pertama, dengan menggunakan polybag, yakni penanaman sayuran menggunakan wadah semacam pot berbahan plastik. Diameter polybag bervariasi dapat disesuaikan dengan ketersediaan lahan.

Kedua dengan teknik rak vertikultur empat tingkat setinggai 1,8 meter. Masing-masing tingkat dapat diisi 6 pot kecil secara horizontal yang terbuat dari paralon plastik. Pada bagian atas rak berikan kanopi sebagai peneduh sekaligus untuk mempercantik tampilan rak.

“Nutrisinya bisa menggunakan pupuk organik cair. Cara pemberiannya kita buatkan saluran pakai paralon kecil yang disambungkan satu-sama lain antar pot,” terang Ramdhani saat berbincang dengan KBK.

Metode ketiga yakni dengan menggunakan teknik rak verti-minaponik. Dengan teknik ini kita dapat memanen dua komoditi sekaligus, yakni ikan dan sayuran. Di sini pada bagian bawah rak terdapat kolam ikan. Ukurannya tidak melulu harus besar, tinggal disesuaikan dengan luas lahan. Ada pun ikan yang dibesarkan bisa nila atau lele.

Untuk ikan nila padat tebarnya satu meter persegi untuk 30 bibit ukuran jempol orang dewasa. Sedangkan lele padat tebarnya bisa hingga 50 bibit di luas kolam yang sama. Hal tersebut karena karateristik pergerakan ikan lele yang cenderung tidak banyak membutuhkan ruang. Rak verti-minaponik bisa menggunakan bahan besi dan untuk potnya bisa dengan paralon.

“Jadi nanti air dari kolam akan tersedot ke atas (tanaman) untuk mengairi tanaman dan saat air jatuh ke kolam sudah dalam kondisi bersih karena kotoran ikan sudah tersaring oleh media tanam yang ada di pot. Begitu seterusnya,” jelas Ramdhani.

Ramdhani menjelaskan untuk semua metode budidaya sayuran wajib menggunakan media tanam dari komposisi tanah, sekam bakar dan pupuk kandang. Ramdhani menganjurkan media tanam diperbarui tiap 3 kali panen.

“Tanaman yang paling cepat panen itu sawi, kangkung dan bayam. Itu satu bulan sekali sudah bisa panen. Kalau ikannya per tiga bulan,” Kata Ramdhani.

Supaya lebih memiliki nilai ekonomis sebaiknya sayuran yang ditanam adalah cabai karena harganya di pasar kerap naik turun. Dengan ketiga metode tersebut ia optimis ketersediaan dan tingkat konsumsi sayuran rumah tangga masyarakat bawah perkotaan dapat tercukupi meski skalanya tidak besar.

“Kalau kita bisa memanfaatkan lahan rumah dengan menanam cabai, kita tidak perlu panik kalau harga cabai tiba-tiba naik,” tukasnya.

Advertisement