
JAKARTA – (KBKNEWS) – 4/10 – KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membongkar praktik tidak terpuji oknum yayasan denganĀ meminta ‘setoran’ atau pungli kepada dapur pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk setiap ompreng makanan yang disiapkannya.
Temuan ini menjadi perhatian serius, terutama dari kacamata kesehatan masyarakat dan pemenuhan gizi anak. Pemotongan anggaran per porsi dikhawatirkan berdampak langsung pada penurunan kualitas nutrisi, berkurangnya porsi makanan, hingga terabaikannya aspek higienitas.
Sudaryono menegaskan bahwa tindakan pungutan tidak resmi tersebut mengancam pencapaian target perbaikan gizi bagi generasi muda (siswa sekolah sampai SLTA) serta ibu-ibu hamil.
“Kami menemukan ada yayasan yang meminta setoran sekian rupiah per ompreng ke mitra dapur MBG. Ini tidak boleh terjadi karena setiap rupiah yang dialokasikan harus kembali dalam bentuk makanan yang bergizi utuh untuk anak-anak,” tegas Sudaryono.
Praktik meminta setoran per porsi ini sangat mengkhawatirkan bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Jika dana operasional dapur tergerus oleh pungli, pengelola dapur berisiko mengompromikan bahan baku berkualitas, mulai dari mengurangi porsi protein hewani (daging, ayam, telur, ikan), sayuran segar, maupun buah-buahan pendamping.
Padahal, komposisi piring makan dalam program MBG telah dirancang berdasarkan perhitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG) demi menekan angka stunting, mencegah gizi kurang, serta menunjang konsentrasi belajar anak.
Selain ancaman penurunan mutu gizi, pemangkasan anggaran akibat pungli berpotensi memicu pengabaian standar sanitasi serta keamanan pangan (food safety) saat proses pengolahan di dapur, yang rentan memicu kasus keracunan makanan.
“Kami menegaskan kepada seluruh mitra pengelola dapur untuk tidak melayani permintaan setoran dari pihak manapun. Kalau anggaran dipotong, yang dirugikan adalah kualitas piring makan anak-anak kita,” lanjut Sudaryono.
Guna mencegah dampak buruk terhadap pemenuhan gizi nasional, BGN memperketat pengawasan di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menindak tegas oknum yayasan yang terlibat.
BGN juga mengimbau mitra pengelola dapur untuk berani melaporkan segala bentuk intimidasi maupun pemotongan dana demi menjaga kualitas makanan anak-anak.
Pelaksanaan program MBG harus terus “dipelototi”, jika tidak,Ā banyak pihak. internal maupun eksternal, berusaha memanfaatkan celah-celah peraturan atau lemahnya pengawasan untuk mengeruk keuntungan, tidak perduli jika ada siswa yang keracunan. (detik.com/ns)




