Biaya Internetan Orang Indonesia

JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) secara resmi mengumumkan hasil dari Survei Penetrasi Internet Indonesia tahun 2024. Peningkatan penetrasi ini tetap didorong oleh meningkatnya ketergantungan masyarakat pada penggunaan internet.

Berdasarkan survei APJII, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 221,56 juta orang pada 2024, mengalami peningkatan dari periode sebelumnya sebanyak 215,63 juta orang pada 2022-2023.

Survei tersebut juga mencatat bahwa masyarakat Indonesia umumnya mengeluarkan dana untuk internet seluler (mobile internet) di bawah Rp100.000 per bulan.

Sekitar 45% responden membayar biaya internet seluler sekitar Rp50.001 hingga Rp100.000 per bulan. Sementara 35,3% responden mengeluarkan biaya serupa antara Rp10.000 hingga Rp50.000, dan 1,2% menghabiskan kurang dari Rp10.000 per bulan.

Adapun mereka yang mengeluarkan biaya antara Rp100.001 hingga Rp250.000 per bulan mencapai 16,4%, sementara yang mengeluarkan lebih dari Rp250.000 per bulan sebanyak 1,6%. Sebagian kecil, yaitu 0,4% responden, mengaku tidak mengetahui jumlah pengeluaran mereka.

Kalau Pakai WiFi?

Pada awal 2024, sekitar 22,4% penduduk Indonesia aktif menggunakan akses internet atau wifi di lingkungan rumah mereka.

Dari kelompok tersebut, sebanyak 67,40% mayoritasnya berlangganan wifi dengan biaya berkisar antara Rp100.000 hingga Rp300.000 per bulan.

Sementara itu, 22,50% dari masyarakat yang berlangganan internet di rumah menghabiskan biaya lebih dari Rp300.000 hingga Rp500.000 per bulan, dan 7,80% mengeluarkan biaya kurang dari Rp100.000 per bulan.

Sejumlah 1,10% dari responden menyatakan biaya langganan mereka melebihi Rp500.000 per bulan, dan pada akhirnya, 1,2% responden mengaku tidak mengetahui berapa biayanya.

Harap dicatat bahwa survei ini mencerminkan tingkat penetrasi dan perilaku pengguna internet pada tahun 2023.

Survei dilaksanakan dalam periode 18 Desember 2023 hingga 19 Januari 2024, menjangkau 38 provinsi di Indonesia dengan total responden sebanyak 8.720 orang.

Populasi yang disurvei adalah Warga Negara Indonesia yang berusia minimal 13 tahun. Metode pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan Margin of Error (MoE) ±1.1% dan Relative Standard Error (RSE) 0.43%.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here