Biden ngotot calonkan diri

0
124
Presiden Joe BIden (kiri) didesak mengundurkan diri untuk nyapres lagi pada periode berikitnya (2024 - 2028) mengingat performans terkait usianya.

Presiden petahana Amerika Serikat (81) tetap bersikukuh maju dalam pilpres untuk periode berikutnya di tengah desakan dari internal Partai Demokrat (PD) agar ia mengundurkan diri karena alasan usia terkait kesehatan.

“Saya tak memerlukan tes kognitif untuk menentukan apakah mengalami penurunan mental atau tidak, “ seru Biden di Washington DC, akhir pekan ini.

Biden saat diwawancararai ABC News, Biden menepis seruan dari beberapa anggota partainya agar mundur dan memberi kesempatan kepada kandidat yang elektabilitasnya lebih tinggi untuk menghadapi calon Partai Republik Donald Trump.

Ia juga menolak hasil satu jajak pendapat yang  menyebutkan dirinya tertinggal dari Trump karena hasil jajak pendapat lain menempatkannya posisi yang lebih baik.

Saat ditanya apakah ia telah menjalani tes kognitif khusus untuk pemeriksaan neurologis, politikus gaek itu menyebut , mengaku belum pernah, karena tidak ada pihak yang memintanya, sedangkan pada pemeriksaan fisik terakhir pada 28 Feb. lalu , ia memang dinyatakan layak mencalonkan diri.

Sebaliknya menurut laporan  Reuters, beberapa spesialis penuaan menganggap Biden harus menjalani tes kognitif, namun ia mengabaikannya dengan alasan, kerasnya (pekerjaan-red) di Gedung Putih sudah cukup membuktikan kesanggupannya .

“Dengar ya, saya menjalani tes kognitif setiap hari. Semua yang saya lakukan (pekerjaan sehari-hari-red) adalah test,” kata Biden dalam   wawancara pertamanya sejak debat dan yakin, dirinya adalah kandidat terbaik  melawan Trump.

Biden juga menyebut “flu sangat parah” sebagai penyebab penampilan yang buruk saat debat dan kelelahan setelah dua kali melakukan perjalanan ke Eropa.

Dibahas internal PD

Sementara Senator Partai Demorat yang sangat dihormati, Mark Warner kepada Reuters mengatakan, ia mengundang para senator partainya  ke sebuah pertemuan, Senin (8/7) untuk mendiskusikan kampanye Biden.

The Washington Post melaporkan, Warner berusaha meminta kelompok tersebut untuk menekan Biden agar keluar muncur  dari pencalonan, sebaliknya Biden mengaku telah berbicara dengan setidaknya 20 anggota parlemen yang memintanya tetap maju.

Seruan agar Biden menjalani tes kognitif bagi Biden dimunculkan  Trump dalam debat perdana Pilpres AS 2024 yang digelar di Studio CNN, Atlanta,(28/6).

Trump mengatakan dirinya tidak yakin jika Biden, karena usianya,  bakal lulus tes kognitif untuk mengetahui dan mengukur kemampuan kognitif atau proses berpikir seseorang.

Sebaliknnya, berbeda dengan Biden,  Trump mengaku telah melakukan dua kali tes kognitif. “Saya memperoleh nilai  bagus untuk keduanya.” ujarnya dengan bangga.

“Seperti yang Anda ketahui, kami mengumumkannya kepada publik,” ucap Trump membanggakan hasil tes kognitif yang diklaim telah dijalaninya.

Desakan agar Biden mengundurkan diri sebagai capres yang diusung Patai demokrat juga dilontarkan oleh media berpengaruh Amerika Serikat (AS), The New York Times..

Berhak mundur 

Sementara itu, the Associated Press melaprkan, Biden memiliki wewenang untuk mundur dan melepaskan semua dukungan yang ia kumpulkan sejauh ini dari negara bagian, yaitu 3.894 dari 3.937.

Jika Biden mundur, para delegasi tersebut akan bebas memilih siapa pun, sehingga akan mengarah pada konvensi terbuka, yang jarang terjadi dalam politik AS modern.

Prosedur resmi Komite Nasional Demokrat untuk konvensi, yang diadopsi pada tahun 2022, memberi komite tersebut wewenang untuk memilih kandidat baru jika salah satu anggota tiket, capres atau wapres mundur atau meninggal.

Jadi bila Biden menolak mundur, masih ada cara bagi partai untuk menggantinya calon, sehingga tampaknya masih ada sedikit ruang gerak dalam aturan resmi partai.

Sebagai negara adi kuasa yang sepak terjangnya selalu diamati negara sahabat mau pun seteru, hasil pilpres AS dan siapa yang bakal terpilih tentu juga disorot dan dinant-nantikan banyak pihak. (ABC/Reuters/AP/ns)

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here