Bisnis untuk Kesejahteraan Umat

Ismail A. Said sedang menjelaskan target yang akan dicapai DDSE kepada Parni Hadi yang juga disaksikan oleh Dr Tjuk Kasturi Sukiadi (Dari Kiri ke Kanan) / Foto:Virga Agesta

JAKARTA (KBK)– Yayasan Dompet Dhuafa Republika (DDR) terus berdedikasi untuk menebar manfaat. Berbagai program pemberdayaan dan simpul-simpul kebajikan telah ditebar untuk dapat dimanfaatkan banyak pihak. Charity dan program-program yang sifatnya sementara saat ini menjadi tidak cukup untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia.

Demikian dikatakan Presiden Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE), ketika mengenalkan perusahahaan itu kepada media di Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Dikatakan Ismail, kita butuh program yang sifatnya dapat menyejahterakan ummat secara berkelanjutan. Keselarasan antara lembaga zakat, masyarakat, dan perusahaan dibutuhkan untuk dapat menjalankan program tersebut. Hal  ini pula yang mendasari didirikannya Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE).

“Untuk memerangi kemiskinan saat ini, tidak cukup mengandalkan charity saja, namun harus ada bisnis yang dapat mendukung potensi zakat yang ada,” ujar Ismail.

Ismail menambahkan, dalam program ini terdapat kesinergian antara perusahaan atau donatur dengan Dompet Dhuafa (DD). Di sini DD mendayagunakan sumber daya perusahaan untuk kepentingan masyarakat. Dan sebaliknya, perusahaan dapat mengoptimalkan ide, gagasan, model, sumber daya Dompet Dhuafa untuk mendukung misi perusahaan serta menciptakan manfaat bagi lingkungan perusahaan.

“Salah satu irisan kepentingan yang lahir dari sinergi kebajikan ini adalah adanya program kerjasama pemberdayaan masyarakat bersama rekan-rekan di lingkungan perusahaan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi menegaskan bahwa DDSE merupakan bisnis sosial, bukan keuntungan secara finansial yang dicari, namun bagaimana bisnis ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. “Tujuannya bukan money benefit, namun social benefit,” ujarnya.

Dikatakan Ismail, keuntungan dari bisnis yang dijalankan DDSE sebanyak 75% akan disalurkan kepada masyarakat, dan 25% lagi dialihkan untuk pengembangan modal.

Sejak digagas sekitar tahun 2005, lanjut Ismail, perusahaan telah bersinergi dengan sejumlah perusahaan lainnya, baik skala nasional maupun internasional dalam berbagai kegiatan pembangunan ekonomi masyarakat.

“Sampai saat ini pertumbuhan bisnis kami makin menguat dan menggembirakan. Penguatan pertumbuhan itu bahkan telah mampu menempatkan kami sebagai fasilitator bagi terwujudnya segitiga emas sinergi, yakni: mitra korporasi, pemerintah, dan masyarakat. Kami percaya jika segitiga emas sinergi ini tetap berjalan berdampingan dan bekerja secara harmonis satu sama lain, kesejahteraan berkelanjutan atas masyarakat dan bangsa ini menjadi sebuah keniscayaan,” imbuh Ismail.

DDSE mempunyai 6 lingkup bidang usaha. Diantaranya adalah CSR Fokus, Dompet Dhuafa Travel, Dompet Dhuafa Medika, Dompet Dhuafa Konstruksi, Dompet Dhuafa Niaga, dan juga Wasila Nusantara.

Lebih lanjut Ismail menjelaskan, target besar yang ingin dicapai adalah pada bidang kesehatan dan pendidikan, seperti mendirikan Rumah Sakit, dan juga Universitas Dompet Dhuafa.

Advertisement