JAKARTA, KBKNews.id – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan bahwa kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza saat ini sangat memprihatinkan dan berada di luar batas kemanusiaan, seiring berlanjutnya blokade total Israel yang kini telah memasuki minggu kesembilan.
Dalam pernyataan resminya di platform X, UNRWA menyerukan aksi segera dari komunitas internasional agar bencana ini tidak berkembang menjadi situasi yang lebih parah dan tak terkendali.
UNRWA kembali menegaskan pentingnya gencatan senjata secepat mungkin, dengan menyoroti dampak buruk yang terus ditimbulkan oleh serangan Israel, serta penutupan jalur masuk ke Gaza yang masih diberlakukan oleh militer Israel.
Dilansir dari WAFA-OANA, Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, pada Jumat (2/5/2025), juga mengingatkan bahwa blokade yang dilakukan Israel secara perlahan menyebabkan kematian lebih banyak anak-anak dan perempuan setiap hari, di luar mereka yang menjadi korban langsung serangan militer.
Sejak 2 Maret, Israel telah menutup akses masuk ke Gaza untuk pengiriman makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan barang-barang penting lainnya.
Akibatnya, kelompok-kelompok kemanusiaan menggambarkan situasi di Gaza sebagai kemunduran cepat dan berbahaya dari kondisi yang memang telah sangat memprihatinkan bagi sekitar 2,4 juta penduduk wilayah tersebut.




