JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mencatat suhu udara maksimum di beberapa wilayah Indonesia yang mencapai 38 derajat Celsius beberapa hari terakhir.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyebut cuaca panas ini dipicu oleh peralihan musim, gerak semu matahari di selatan ekuator, serta pengaruh Monsun Australia. Wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan mengalami panas intens.
Beberapa wilayah terdampak antara lain Karanganyar (Jawa Tengah, 38,2°C), Majalengka (Jawa Barat, 37,6°C), Boven Digoel (Papua, 37,3°C), dan Surabaya (Jawa Timur, 37°C). Meski demikian, hujan lebat tetap terjadi secara lokal di Sumatera Utara dan Kalimantan Barat akibat aktivitas konvektif lokal.
BMKG memprediksi cuaca cerah hingga berawan masih akan dominan hingga akhir Oktober atau awal November 2025. Potensi hujan lokal sore hingga malam hari tetap ada di berbagai wilayah, didorong sirkulasi siklonik dan bibit siklon tropis 96W di Samudra Pasifik Timur Filipina. Kondisi atmosfer yang relatif labil bisa memicu hujan sedang hingga lebat, disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, serta menjauhi pohon atau bangunan rapuh saat hujan deras.




