BMKG: Cuaca Ekstrem akibat MJO Masih Berlanjut hingga Awal Februari

Ilustrasi cuaca ekstrem. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa hujan lebat yang melanda Jakarta dan beberapa wilayah lain di Indonesia dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh siklus balik dari fenomena atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO).

Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, fenomena MJO ini merupakan seruakan angin dingin dari Samudra Hindia yang sebelumnya telah terjadi pada akhir November hingga pertengahan Desember tahun lalu.

Fenomena tersebut, yang disertai dengan bibit siklon tropis, telah menyebabkan curah hujan tinggi (30-50 mm) yang memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah selatan Jawa Barat dan Sumatra Utara. Dampaknya cukup besar, bahkan mengakibatkan korban jiwa.

“Seruakan udara dingin itu kemudian melandai dan saat ini berulang lagi. Memang siklus balik MJO dari Samudera Hindia ini pengulangannya terjadi setiap dua-tiga pekan atau 30-40 hari,” katanya.

BMKG memprediksi bahwa hujan deras akibat fenomena MJO masih akan terjadi di Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan, setidaknya hingga awal Februari, yang bertepatan dengan puncak musim hujan.

Selain Jakarta, BMKG juga mencatat bahwa curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di Sumatra Utara, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.

Sementara itu, wilayah Sumatra Barat dan Jawa Barat diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sangat deras, yakni lebih dari 50 mm.

“Poinnya adalah hampir setiap bulan atau seminggu-dua minggu terjadi cuaca ekstrem seperti ini,” tuturnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here