KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) engatakan gempa yang mengguncang wilayah Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), diakibatkan sesar naik (Thrust Fault).
Kepala BMKG Stasiun Waingapu, Arief Tyastama mengatakan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke Eurasia.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Sumba Barat ini dibangkitkan oleh sesar naik (Thrust Fault),” katanya di Kupang, Selasa (22/1/2019).
Dia menambahkan, sebagaimana dikutip Antara, wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan, informasi awal gempa bumi ini memiliki kekuatan M=6,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=6,0.
Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di daerah Tambolaka IV-V MMI, Waingapu, Sumbawa dan Bima III MMI.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.





