BOGOR – Salah satu peserta Deen Camp, Fathiya Laksono (19), seorang mahasiswi Medical Enginering, Queensland University of Technology, Australia menceritakan pengalamannya yang merasakan adanya kaitan erat antara tentang ilmu medis yang dipelajarinya dengan Islam.
Sebagai mahasiswi Medical Enginering, Fathiya yang tinggal di Brisbane menuturkan kisahnya kalau dengan mengambil jurusan tersebut dapat memberikan bantuan kepada khalayak luas, terutama kepada orang-orang yang tidak mampu.
Sementara lewat Deen Camp, Fathiya mengaku mendapat pelajaran mengenai tawakal dan berserah diri.
“Saya rasa menolong orang-orang sakit merupakan cara yang baik untuk memperoleh pahala dan berkontribusi kepada umat. Tetapi di waktu yang bersamaan, saya harus mempertimbangkan mesin yang saya buat tidak selalu mampu menolong 100%. Saya hanya bisa melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah. Jadi apa yang saya pelajari melalui kegiatan (Deen Camp) ini ialah tawakkal dan pasrah kepada Allah,” tuturnya.
Fathiya yang berkesempatan mengunjungi Rumah Sehat milik Dompet Dhuafa, juga melihat banyak nilai positif dari tempat ini.
“Mereka (Rumah Sehat) memberikan pelayanan terbaik bagi pasien-pasien yang mempunyai keterbatasan keuangan dan kurang mampu. Konsep tentang Rumah “Sehat” itu jauh lebih baik ketimbang Rumah “Sakit”. Karena ini menunjukkan sisi positif dari pengobatan. Mengingat pengobatan itu sendiri membutuhkan waktu dan biaya bagi keluarga dan pasien itu sendiri,” ujar Fathiya, bercerita kepada tim Dompet Dhuafa, Fajar.





