BMKG: Hanya Sedikit Daerah yang Sudah Dapat Hujan

foto : Ilustrasi

JAKARTA – Musim kemarau masih melanda sejumlah wilayah Indonesia, dan menurut pantauan cuaca Harian BMKG per Sabtu (12/8), hanya sejumlah kecil daerah mendapat hujan.

Di antaranya, Stasiun Geofisika Deli Serdang, Sumatera Utara dengan curah hujan 58,5 mm dan Stasiun Meteorologi Tebelian, Kalimantan Barat, 41,7 mm.

Sementara daerah Jabodetabek sendiri hanya dua titik stasiun yang terpantau hujan tipis. Yakni, AWS IPB Bogor dengan curah hujan 1,0 mm dan Cibeureum Bogor 0,2 mm.

Suhu Jakarta per Minggu (13/8) pun diperkirakan ada pada kisaran 23–34 derajat C.

Meski masih dalam kondisi lemah, El Nino sudah berdampak pada setidaknya enam wilayah di bagian selatan khatulistiwa.

Merujuk data BMKG, sejumlah indikator yang menunjukkan El Nino masih tak signifikan. Yakni, Southern Oscillation Index (SOI) pada angka -13, Indeks NINO 3.4 ada pada angka +1.04 (El Nino lemah).

Selain itu, indikator Indian Ocean Dipole (IOD), yakni Dipole Mode Index (DMI) mencapai +0.20.

Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andri Ramdani mengungkapkan wilayah-wilayah yang terdampak El Nino. Gejalanya berupa kekeringan secara umum seminggu ke depan. Wilayah-wilayah itu antara lain Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua bagian selatan.

Sementara, daerah yang sudah mengalami musim kemarau mencapai 63 persen atau 439 Zona Musim (ZOM).

“BMKG membuat zona musim atau ZOM, kita membagi ZOM di Indonesia menjadi 699. Saat ini sudah 63 persen dari 699 itu yang sudah memasuki periode kemarau,” ujar Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab, dilansir CNNIndonesia.com.

Advertisement