BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Magnitudo 5,8 di Kaimana Papua

Ilustrasi

PAPUA – Gempa tektonik dengan magnitudo 5,8 mengguncang selatan Kota Kaimana, Papua Barat, pada Senin,2 Agustus 2021 pukul 12.01 WIB.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bambang Setiyo Prayitno mengatakan gempa tersebut merupakan gempa menengah akibat deformasi batuan di Graben-Aru.

Episenter gempa bumi tersebut berada di laut pada kedalaman 77 km di sekira 94 km arah selatan Kota Kaimana, tepatnya di koordinat 4,45 derajat Lintang Selatan dan 134,01 derajat Bujur Timur.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan di Graben-Aru,” kata Bambang sebagaimana dikutip dalam siaran pers BMKG.

Bambang mengatakan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan turun.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata dia.

Dampak gempa tersebut dirasakan di daerah Kaimana pada skala IV MMI, dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah pada siang hari.

Hasil pemantauan BMKG menunjukkan hingga pukul 12.25 WIB belum ada aktivitas gempa bumi susulan setelah gempa dengan magnitudo 5,8 di Kaimana.

Menurut BMKG, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi di Kaimana.

 

Advertisement