BMKG Ungkap Fenomena El Nino Melemah

Peta el nino dari BMKG/ foto: bmkg

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan jika fenomena el nino kini semakin melemah di Indonesia.

Dalam akun instagram resminya beberapa hari lalu, tepatnya Sabtu (27/4), BMKG menyatakan, “Sobat BMKG, kondisi terkini El NiƱo sedang berada di fase lemah,” tulisnya.

Dikutip dari laman resmi BMKG, El Nino-Southern Oscillation (ENSO) sendiri merupakan fenomena penyimpangan pola normal siklus iklim di Samudra Pasifik yang meliputi El Nino dan La Nina. Sementara El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah.

BMKG menyebut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan El Nino dapat berlangsung hingga April 2024. El Nino sendiri mulai terjadi pada Juni 2023 dan mencapai puncaknya pada Desember 2023 lalu.

BMKG menjelaskan ketika El Nino, angin pasat di Samudra Pasifik yang biasa berhembus dari timur ke barat melemah atau bahkan berbalik arah. Pelemahan ini berkaitan dengan meluasnya pemanasan suhu muka laut dan peningkatan potensi pertumbuhan awan yang berada di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur.

Kolam hangat yang bergeser ke timur menyebabkan penguapan, awan, dan hujan pun ikut bergeser menjauh dari Indonesia.

Kondisi El Nino mempengaruhi pola iklim dan memberikan dampak berkurangnya curah hujan di Indonesia, menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang dan kekeringan ekstrim di beberapa wilayah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here