BNPB: 12 Desa di Luwu Masih Terisolasi akibat Banjir dan Longsor

Ilustrasi Rumah di Luwu Timur tertimbun longsor/ Tribun Timur

LUWU – Bencana banjir bandang dan longsor hingga kini membuat 12 desa di Kecamatan Latimojong, Luwu, Sulawesi Selatan masih terisolasi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahkan akses disana makin parah karena masih dilanda hujan deras.

Menurut dia, hujan deras tersebut telah menimbulkan titik longsoran baru, yakni jalan menuju Latimojong ambles sepanjang 100 meter dan memutuskan beberapa jembatan penghubung antar desa.

Pihaknya belum dapat melaporkan berapa total jumlah warga di Latimojong yang terdampak akibat kondisi tersebut.

Sementara informasi yang dihimpun tim Pusdalops BNPB ada sebanyak delapan orang warga Latimojong meninggal dunia akibat banjir disertai tanah longsor ini.

Pihaknya memastikan, keselamatan warga setempat tetap menjadi prioritas, saat akses jalan terputus maka penyaluran bantuan logistik berupa makanan dan kebutuhan pokok lainnya dilakukan dengan bantuan helikopter milik TNI Angkatan Udara dan Polda Sulawesi Selatan sebagaimana yang telah berlangsung sejak Sabtu (4/5).

Kabupaten Luwu menjadi daerah yang mengalami dampak bencana banjir disertai tanah longsor yang paling parah di Sulawesi Selatan berdasarkan laporan tim Pusdalops BNPB.

Banjir disertai tanah longsor terjadi pada Jumat (3/4) dini hari sekitar 01.17 WITA setelah kabupaten itu diguyur hujan intensitas deras dengan durasi panjang sejak Kamis (2/5).

Selain Kecamatan Latimojong, bencana tersebut juga melanda sebanyak 12 kecamatan lain yakni, Suli, Suli Barat, Ponrang Selatan, Ponrang, Bupon, Larompong, Larompong Selatan, Bajo, Bajo Barat, Kamanre, Belopa dan Kecamatan Belopa Utara.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here