SERANG – Kasubdit Mitigasi BNPB Mohd. Robi Amri mengatakan sebesar 75% bangunan sekolah di Indonesia Dibangun di daerah berisiko bencana.
Dia menambahkan, sekitar 523.633 satuan pendidikan dan lebih dari 60 juta peserta didik akan merasakan dampak, jika bencana terjadi, berdasarkan data yang terhimpun oleh Kemedikbud dan Kemenang per-Oktober 2019.
“Sekitar sepuluh ribu sekolah dengan rincian lebih dari sepuluh juta siswa sudah terdampak. Menyadari kondisi tersebut, penting untuk membangun kerja sama dari berbagai lini untuk menyelenggarakan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Apalagi negeri kita masuk dalam kategori sebagai negara dengan tingkat risiko bencana tinggi,” papar Robi, dalam Konferensi Nasional Pendidikan Bencana III 2019 di Serang, Banten.
Sebagai salah satu lembaga yang berfokus pada kajian pengurangan risiko bencana (PRB), Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa telah melakukan sosialisasi dan simulasi PRB di sekolah-sekolah rawan bencana.
Beberapa sekolah binaan PRB DMC Dompet Dhuafa yakni Sekolah Al Syukro (TK-SMP) di Ciputat, Tangerang Selatan, dan SDN 1 serta SDN 2 di Srumbug, Magelang.
“Sudah banyak juga sekolah-sekolah yang kita sosialisasikan mengenai PRB. Alhamdulillah juga sudah terapkan tiga pilar pendekatan SPAB yang komprehensif. Mencakup fasilitas sekolah aman, manajemen bencana di sekolah dan pendidikan pencegahan dan PRB,” jelas Syaiban, dilansir dompetdhuafa.org.





