JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2016, peta mudik rawan bencana akan disebar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)Sumatera dan Bali.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, “Saat ini peta tersebut akan segera dicetak. Peta memuat jalur-jalur mudik dan peta rawan bencana banjir dan longsor,” katanya.
Selain penyebaran peta tersebut, di setiap daerah juga akan disediakan posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk pemudik beristirahat maupun mencari informasi terkait kerawanan bencana saat mudik.
Sutopo juga menyampaikan tentang potensi rawan banjir yang berada di wilayah dataran rendah Pantura dan sepanjang muara sungai serta daerah langganan banjir.
“Waspadai potensi banjir di sepanjang Pantura, Baleendah Bandung, Subang, Indramayu, Pandeglang dan Bengawan Solo,” ucapnya, dilansir beritasatu.
Bencana selain banjir yakni potensi longsor harus diwaspadai di wilayah tengah Jawa yang didominasi perbukitan seperti Bogor, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo dan Karanganyar.
Sementara itu untuk wilayah Sumatera bagian timur, Sumatera Barat waspadai banjir dan longsor di sepanjang Bukit Barisan. Sedangkan Bali waspadai banjir rob.
“Masyarakat juga harus mewaspadai intensitas curah hujan yang tinggi, puting beliung yang akan menyebabkan pohon tumbang, gelombang tinggi dan rob,” katanya.
Lebaran yang juga identik dengan liburan, masyarakat yang akan berpergian ke tempat wisata kepegunungan pun harus waspadai pohon tumbang. Sedangkan yang akan ke wisata laut waspada gelombang tinggi. Pihak pengelola wisata juga wajib mengakses informasi cuaca BMKG dan menyebarkannya.
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yunus S Swarinoto memperingatkan potensi hujan lebat di wilayah Indonesia hingga 20 Juni mendatang. Dari tinjauan kondisi atmosfer terlihat beberapa indikasi yang menunjukkan munculnya potensi hujan lebat di wilayah Indonesia.
“Kondisi masih hangatnya suhu muka laut di atas normal perairan Indonesia barat, masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia di maritim kontinen Indonesia serta lemahnya aliran masa udara dingin Australia di wilayah Indonesia, diperkirakan memberikan kontribusi pada peningkatan curah hujan,” katanya di Jakarta, Sabtu (18/6/2016).
Selain itu tambahnya, dengan adanya daerah perlambatan, pertemuan dan belokan angin di wilayah Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan kondisi atmosfer menjadi tidak stabil sehingga meningkatkan potensi petir dan angin kencang.
“Secara umum hujan masih akan terjadi selama Juni 2016. Untuk info cuaca lebaran updatenya 7 hari sebelumnya,” ujarnya.





