BNPB Minta Masyarakat Tetap Waspada terhadap Bencana Hidrometeorologi Basah

Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban tanah longsor di Desa Pangkalan, Serasan, Natuna, Kepri, Minggu (12/3/2023). (Foto: ANTARA/HO-Basarnas Natuna)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi basah seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor, meskipun sebagian besar wilayah Indonesia bagian tengah ke barat saat ini telah memasuki musim kering.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menekankan pentingnya memiliki rencana kesiapsiagaan keluarga dan selalu mengikuti perkiraan cuaca yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang sebagai langkah untuk menghadapi berbagai ancaman bencana.

Pernyataan ini disampaikan oleh BNPB setelah terjadi banjir dan tanah longsor di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat pada Kamis (22/6/2023).

Kejadian tersebut mengakibatkan terputusnya akses transportasi di dua dusun di wilayah tersebut, sehingga hanya kendaraan roda dua yang bisa melaluinya.

BPBD Kabupaten Mamuju melaporkan bahwa dua dusun yang terdampak adalah Dusun Saluleang dan Salu Palli, Desa Salleto, Kecamatan Simboro. Jumlah warga yang terkena dampak mencapai 109 kepala keluarga atau sekitar 439 orang.

“Kerusakan yang teridentifikasi meliputi lima unit rumah yang rusak berat, dua unit yang rusak sedang, dan 100 unit yang rusak ringan,” kata Abdul melalui keterangan tertulis, Jumat (23/6/2023).

Abdul juga menyebutkan bahwa berdasarkan kajian inaRISK BNPB, ada 10 kecamatan di Kabupaten Mamuju yang memiliki potensi bahaya banjir dengan tingkat sedang hingga tinggi.

“Wilayah yang terdampak banjir termasuk dalam wilayah dengan potensi tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan peringatan dini cuaca dari BMKG, wilayah Sulawesi Barat masih berpotensi mengalami angin kencang hingga Sabtu (24/6/2023).

Oleh karena itu, BNPB meminta masyarakat di Kabupaten Mamuju dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemungkinan tersebut.

Advertisement