BNPB: Pasokan BBM Perlancar Penanganan Korban Bencana di Sulteng

Tim Rescue sedang mengangkat korban gempa di kota Palu. Sudah 1.234 orang ditemukan tewas dan ratusan luka-luka akibat gempa dan tsunami yang menerjang Palu, Kab. Dongala dan Kab. Parigi Moutong (28/9) petang.

PALU – Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan aksi cepat tanggap Pertamina dalam memasok bahan bakar minyak telah memperlancar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penanganan korban di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.

Dengan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) ekskavator dan truk bisa dioperasikan untuk mengangkut logistik, kendaraan operasional dan pendukung sudah bisa dioperasikan karena kebutuhan bahan bakar sudah terpenuhi.

Dia mengungkapkan pada hari-hari pertama setelah musibah, Kota Palu sempat lumpuh total akibat BBM yang kurang memadai sehingga BNPB juga sempat kesulitan dalam mengevakuasi korban.

“Memang tiga hari pertama kita lumpuh total, jadi bencana yang tiba-tiba ini telah menimbulkan dampak yang luar biasa. Sampai dengan tadi pagi sudah tercatat hampir 1.500 korban meninggal, belum tahu hasil sampai sore ini,” katanya.

Untuk melakukan upaya tanggap darurat BNPB membutuhkan energi. “Lima hari pertama kita tidak dapat berbuat banyak, mobil sulit untuk BBM, sulit untuk berkomunikasi karena jaringan seluler semuanya mati,” ujar Williem, dikutip Antara, Sabtu (6/10/2018).

Advertisement