JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat distribusi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengiriman logistik dilakukan melalui jalur udara dan laut untuk mempercepat penanganan kondisi darurat di sejumlah wilayah terdampak.
BNPB berkoordinasi dengan pemerintah, TNI, serta berbagai mitra kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi. Penguatan distribusi salah satunya dilakukan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional (PPN) di Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Pada Senin (17/8/2026), sebanyak tiga penerbangan menggunakan pesawat angkut TNI AU diberangkatkan dengan total muatan mencapai 40.567 kilogram logistik.
Penerbangan pertama menggunakan pesawat Hercules A-1328 dengan rute Halim Perdanakusuma-Labuan Bajo. Pesawat tersebut membawa 13.504 kilogram bantuan berupa paket sembako serta dua unit tenda rumah sakit lapangan.
Selanjutnya, Hercules A-1344 mengangkut 13.563 kilogram bantuan menuju Maumere. Sebagian besar bantuan berupa paket sembako, ditambah kaos dan obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.
Sementara itu, penerbangan ketiga menggunakan Hercules A-1339 menuju Labuan Bajo dengan membawa 13.500 kilogram logistik. Bantuan tersebut terdiri atas paket sembako dan kornet kaleng.
BNPB mencatat, sepanjang 15-17 Agustus 2026 telah dilakukan tujuh sortie penerbangan dengan total 101.494 kilogram logistik yang dikirim ke wilayah NTT. Operasi tersebut melibatkan pesawat A-400M Atlas dan C-130 Hercules.
Selain melalui udara, distribusi bantuan juga dilakukan lewat jalur laut. BNPB bersama TNI menggunakan kapal perang Republik Indonesia (KRI) untuk mengirim logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju sejumlah pelabuhan di NTT.
Beberapa tujuan distribusi melalui jalur laut antara lain Pelabuhan Laurentius di Maumere, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Ende, serta Pelabuhan Reo di Manggarai.
BNPB memastikan koordinasi distribusi terus diperkuat agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah yang terdampak langsung gempa dan mengalami kendala akses.




