BNPB Sebut Tren Bencana Terus Meningkat, Terbanyak di Pulau Jawa

Ilustrasi Bencana Alam/ Foto:okezone.com

JAKARTA – Kepala BNPB Willem Rampangilei  mengatakan sejak 2009 hingga 2018 tren bencana di Indonesia meningkat, baik dalam hal intensitas maupun frekuensi.

Menurutnya ada beberapa faktor yang membuat tren itu meningkat.

“Pertama adalah terjadinya kerusakan lingkungan yang terus menerus, jadi masih berlangsung kerusakan lingkungan. Kedua, DAS (daerah aliran sungai) kritis. Faktor lainnya adalah perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, urbanisasi, masalah tata ruang, begitu juga perilaku masyarakat yang belum mencerminkan budaya sadar bencana,” tuturnya.

Sepanjang tahun ini, lanjut Willem, lima provinsi dengan jumlah bencana terbanyak adalah Jawa Tengah (551 kejadian), Jawa Timur (422 kejadian), Jawa Barat (322 kejadian), Aceh (150 kejadian), dan Kalimantan Selatan (95 kejadian).

Sedangkan lima kabupaten dengan jumlah bencana terbanyak adalah Bogor (76 kejadian), Cilacap (57 kejadian), Wonogiri (54 kejadian), Serang (46 kejadian), dan Ponorogo (41 kejadian).

\Sebagai negara rawan bencana, Willem menegaskan Indonesia wajib berinvestasi dalam pengurangan risiko bencana. Sebab bencana juga mengakibatkan pelambatan pertumbuhan ekonomi di daerah lokasi bencana atau yang terdampak dan juga mengakibatkan naiknya jumlah penduduk miskin.

Dia mencontohkan gempa yang diikuti tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah telah meningkatkan jumlah penduduk miskin baru sebesar 18.400 orang. Sehingga orang miskin di provinsi itu tahun depan berjumlah 438.610 orang.

Untuk memulihkan Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca digoyang gempa, pemerintah memperkirakan kebutuhan dana sebesar Rp 34 triliun, terdiri dari Rp 22 triliun untuk pemulihan di Sulawesi Tengah dan Rp 12 triliun di NTB.

Advertisement