
JAKARTA –“Alhamdulillah, berat Nindi sudah bertambah 2,5 Kg, sekarang beratnya 12,5 Kg,” Rani Amalia (29) menyatakan sukacitanya saat berkunjung ke Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang pada Rabu (1/6/2016), sepulang dari kontrol kesehatan bulanan sang putri ke Rumah Sakit M. Djamil Padang.
Pada Maret lalu, Rani mengajukan bantuan ke Dompet Dhuafa Singgalang perihal persiapan ia mengantarkan putrinya, Nindi Meisya Putri (3), untuk pengobatan ke Jakarta.
Nindi divonis sebagai penderita jantung bocor, semenjak usia tiga bulan. Berawal dari demam biasa, Rani membawa Nindi untuk berobat ke klinik terdekat dari tempat tinggalnya yang beralamat di Jorong Pinang Nagari Durian Gadang, Kec. Sijunjung, Kab. Sijunjung. Namun, sang dokter menemukan kenyataan lain, dan meminta Rani untuk memeriksakan Nindi ke Rumah Sakit di Padang agar lebih cepat mendapat pertolongan. Rani kalut. Ia tak sanggup membayangkan sang buah hati harus mendapat perlakuan medis di usia yang amat dini.
Perjuangan Rani demi sang buah hati memang luar biasa. Profesinya sebagai Guru Honorer dengan gaji pas-pasan, ia yakini takkan cukup untuk pengobatan Nindi. Berbagai lembaga sosial ia datangi meminta dukungan pengobatan Nindi, dan mendapat sambutan positif.
Salah satu kebahagiaan baginya, mendapat dukungan tempat tinggal oleh Dompet Dhuafa Singgalang, mengingat biaya hidup di ibukota yang sangat besar.
“Nindi dirawat selama 45 hari dan di operasi pada Rabu (30/3) lalu di Rumah Sakit Jantung Nasional Harapan Kita. Alhamdulillah dari operasi tersebut Nindi sekarang sudah banyak kemajuan. Seperti berat badannya yang naik, nafsu makannya yang semakin bagus, dan bibirnya kini tak lagi membiru, dan porsi obat-obatan yang dikonsumsi Nindi juga mulai berkurang, dari tiga macam sehari sekarang sudah satu macam saja,” ungkap Rani.
Namun, pasca kepulangan, Rani tetap harus membawa Nindi untuk kontrol di M. Djamil setiap akhir bulan. Ditanya tentang kendala yang dihadapi Nindi pasca operasi, Rani mengaku tak ada gejala buruk apapun.
“Alhamdulillah Nindi tak mengalami penurunan kesehatan dan sebagainya, dan selama operasi dan dirawat pun Nindi tidak menangis. Cuma dia takut kalau dibawa ke dokter lagi,” seloroh Rani seraya tertawa.
Seusai kunjungan, Rani mengucapkan banyak terimakasih kepada tim Dompet Dhuafa Singgalang yang telah mendukung Nindi untuk sembuh. “Terimakasih Dompet Dhuafa Singgalang, tak banyak yang bisa saya sampaikan, cukup saya wakilkan dengan kebahagiaan saya saat membawa Nindi dalam kondisi ceria ke sini bertemu dengan orang-orang yang telah memberi dukungan kesembuhan padanya,” pungkas Rani. – nisa



