Bojonegoro Waspada Pergerakan Tanah

Ilustrasi pergerakan tanah/ Antara

BOJONEGORO – Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Heru Sugiharto, mengatakan, fenomena pergerakan tanah yang terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia ini juga harus diwaspadai oleh masyarakat Bojonegoro.

“Bentuk kewaspadaan adalah dengan intensif melaporkan kepada pihak terkait mulai pihak desa, kecamatan dan pemerintah dalam hal ini BPBD,” ujarnya, Selasa (4/4/2017).

Sementara itu berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Bojonegoro bahwa setidaknya ada 10 kecamatan yang termasuk wilayah rawan.

Sebagaimana keterangan dari Pusat Vulkanologi Mitagasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, seperti dilansir beritajatim,  bahwa beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro adalah masuk dalam daerah rawan pergerakan tanah. Kecamatan rawan tersebut antara lain Kecamatan Sugihwaras, Trucuk, Malo, Bubulan, Margomulyo, Tambakrejo, Purwosari, Kasiman, Ngambon, dan Temayang.

Sedangkan data riil kejadian pergerakan tanah terjadi di Kecamatan Kedewan, Sekar, Gondang dan Kecamatan Sukosewu, sehingga warga di wilayah tersebut diminta agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat wilayah Bojonegoro bulan April ini masuk cuaca transisi penghujan kemarau.

Advertisement