
Jakarta, KBKNews.id – Bulan Syakban menjadi salah satu momen penting bagi umat Islam dalam mempersiapkan diri menuju Ramadan. Selain dianjurkan memperbanyak amalan sunah, banyak Muslim juga memanfaatkan bulan ini untuk mengganti (qadha) puasa Ramadan yang sempat tertinggal. Lalu, muncul pertanyaan yang kerap diajukan: apakah puasa qadha Ramadan di bulan Syakban bisa sekaligus diniatkan sebagai puasa sunah Syakban?
Hukum Menggabungkan Puasa Syakban dan Qadha Ramadan
Dalam pandangan mayoritas ulama, menggabungkan niat puasa qadha Ramadan dengan puasa sunah Syakban diperbolehkan dan sah. Penjelasan ini juga dapat ditemukan dalam rujukan klasik yang banyak dijadikan pegangan umat Islam.
Mengutip penjelasan yang dilansir NU Online, Syeikh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibary dalam kitab Fathul Mu’in menyebutkan puasa sunah yang digabungkan dengan puasa wajib tetap sah. Bahkan pelakunya berpeluang memperoleh dua keutamaan sekaligus.
Artinya, seseorang yang melaksanakan puasa qadha Ramadan di bulan Syakban tidak hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga mendapatkan keutamaan waktu Syakban yang memang dianjurkan untuk berpuasa.
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syakban
Karena puasa qadha termasuk puasa wajib, maka niat yang dibaca tetap niat qadha Ramadan. Berikut lafal niatnya:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhaa’i fardhi Ramadhana lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Saya niat puasa esok hari untuk mengganti puasa fardhu Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Niat ini dibaca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar, sebagaimana ketentuan puasa wajib dalam Islam.
Apakah Perlu Niat Khusus Puasa Sunnah Syakban?
Ulama sepakat tidak diperlukan niat terpisah untuk puasa sunah Syakban apabila seseorang sudah berniat qadha Ramadan. Selama puasa tersebut dilakukan di bulan Syakban, maka keutamaan bulan itu tetap didapatkan.
Dengan demikian, umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadan sangat dianjurkan untuk menunaikannya di bulan Syakban. Selain menyelesaikan kewajiban, amalan ini juga menjadi bentuk persiapan ruhani menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Menunaikan puasa qadha di bulan Syakban bukan hanya soal menggugurkan kewajiban, tetapi juga kesempatan untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum memasuki bulan penuh ampunan.




