Sekolah Darurat Jadi Ruang Pulih Anak-Anak Penyintas Banjir Aceh

JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa mendirikan Sekolah Darurat bagi siswa MIN 1 Pidie Jaya, Aceh, untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu.

Sekolah Darurat berupa ruang kelas sementara tersebut mulai digunakan saat hari pertama masuk sekolah setelah libur, 11 Januari 2026. Sejumlah fasilitas pendidikan di wilayah itu masih mengalami kerusakan dan belum dapat digunakan secara optimal.

Memasuki hari ke-50 pascabencana, Dompet Dhuafa melalui Dompet Dhuafa Konstruksi (DDK) membangun kelas darurat guna mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak terdampak.

Pada Rabu (14/1/2026), tim Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) bersama Super Volunteer Tiara Nabila menggelar kegiatan belajar interaktif di Sekolah Darurat tersebut. Kegiatan diisi dengan permainan edukatif, menulis harapan, serta kuis sambung ayat Al-Qur’an.
Seluruh siswa menerima paket perlengkapan sekolah berupa alat tulis dan buku. Sejumlah siswa yang berani maju ke depan juga mendapatkan hadiah tambahan.

“Saya melihat anak-anak tetap bersemangat datang ke sekolah meski dalam kondisi pascabencana. Ini menjadi penguatan bahwa pendidikan harus terus berjalan,” ujar Tiara Nabila usai kegiatan.

Selain dukungan pendidikan, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menyalurkan paket sembako bagi guru MIN 1 Pidie Jaya yang terdampak bencana. Armada Dapur Keliling (DARLING) juga menyediakan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau dan buah segar bagi warga sekitar sekolah.

Dompet Dhuafa menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi pemulihan masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam memastikan akses pendidikan anak-anak tetap terjaga selama masa pemulihan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here