ANKARA—Kelompok milisi Kurdi, The Kurdistan Freedom Hawks (TAK), mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil di ibukota Turki Ankara. Bom ini menewaskan 37 orang pada hari Ahad (13/3) lalu.
Kelompok, yang memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK) ini mengatakan, serangan Ankara adalah “tindakan balas dendam” bagi pemerintah Turki. Mereka menganggap, selama ini Turki telah berlaku sewenang-wenang terhadap masyarakat yang berada di tenggara Turki, basis PKK.
Dalam sebuah pernyataan online, TAK mengonfirmasi, Seher Cagla Demir sebagai pembom bunuh diri dalam serangan tersebut.
Sebelumnya, pada hari Selasa (15/3) Kementerian Dalam Negeri Turki telah mengidentifikasi pelaku bom sebagai anggota PKK yang bernama Demir. Ia lahir pada tahun 1992 dan bergabung dengan PKK tahun 2013 lalu.
Sebelumnya, TAK juga mengklaim bertanggung jawab atas pemboman bunuh diri lain yang menaargetkan personel militer di Ankara pada 17 Februari lalu. Insiden ini menewaskan 29 orang.





