BOR di RS Secara Nasional Alami Penurunan

Ilustrasi Tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy) di sejumlah RS di seluruh Indonesia sudah rata-rata 60 persen, bahkan wilayah DKI Jakarta dan Bandung mencapai 80 persen, sementara lonjakan kasus Covid-19 terus terjadi dan nakes termasuk dokter kelelahan dan sudah 503 orang gugur.

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengabarkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit (RS) Pulau Jawa, bahkan nasional mengalami penurunan

Keterisian tempat tidur di sejumlah RS Pulau Jawa ataupun dalam skala nasional itu mengalami penurunan setelah pemerintah menerapkan kebijakan perpanjangan PPKM Level 4 dalam beberapa waktu belakangan.

“Alhamdulillah BOR di Jakarta sudah berada di kisaran 29,4 persen. Di Jawa Barat 32 persen, di Jawa Tengah 38,3 persen, di Jawa Timur 52,3 persen, di Banten 33,4 persen, di Daerah Istimewa Yogyakarta 54,7 persen,” kata Presiden Jokowi melalui akun YouTube Sekretariat Kabinet RI.

“Juga BOR di Wisma Atlet yang juga sudah turun di angka 19,64 persen. Secara nasional, BOR nasional kita berada di angka 48,14 persen,” imbuhnya.

Seiring dengan hal tersebut, Jokowi juga meminta agar vaksinasi COVID-19 harian terus dipercepat. Menurut dia, saat ini vaksinasi harian secara nasional telah mencapai 1,6 juta suntikan dalam satu hari pada puncaknya.

Selain itu, Jokowi juga meminta untuk dilakukan isolasi terpusat yang memegang peranan penting dalam mengendalikan penyebaran COVID-19. Demikian juga dengan pengetesan dan penelusuran kasus konfirmasi positif COVID-19 yang diminta untuk terus ditingkatkan.

Advertisement