AGAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengatakan 402 jiwa dari 103 keluarga di dua kecamatan daerah itu terdampak banjir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Wahyu Bestari mengatakan, sebanyak 402 jiwa itu tersebar di Pasi Paneh dan Sungai Nibuang Kecamatan Tanjungmutiara sebanyak 200 jiwa dari 60 kepala keluarga.
Sementara di Bawan, Gantiang dan Anak Aia Gasiang Kecamatan Ampeknagari sebanyak 202 jiwa dari 53 kepala keluarga.
“Tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut. Namun masyarakat sempat mengungsi ke tempat ibadah, rumah keluarga yang lebih aman dan lokasi pengungsian yang kita sediakan,” katanya.
Air mulai menggenangi rumah-rumah warga pada Kamis (11/10/2018) sekitar pukul 16.00 WIB dengan ketinggian mencapai 50 centimeter sampai 1,5 meter.
Di Pasia Paneh, Sungai Nibuang, Gantian dan Bawan, genangan air sudah mulai berkurang. Warga sudah mulai membersihkan peralatan rumah mereka.
Sedangkan di Anak Aia Gasiang Kecamatan Ampeknagari, ketinggian air masih satu sampai 1,5 meter.
Untuk ke lokasi, Satgas BPBD, Dinas Sosial dan lainnya menggunakan perahu.
“Kami telah memberikan makanan kepada warga di Anak Aia Gasiang dengan jumlah 52 jiwa,” katanya, dikutip Antara.





