MADURA – Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Budi Cahyono mengatakan dua warga Pamekasan, Madura, Jawa Timur tersambar petir selama musim cuaca buruk dalam sepekan terakhir.
“Kedua warga Pamekasan yang disambar petir itu masing-masing warga Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean dan warga Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan,” kata Budi di Pamekasan, Senin (25/2/2019).
Satu orang di antaranya meninggal dunia, yakni petani bernama Saripa (50), warga Dusun Kembang Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Dilansir Antara, korban meninggal akibat tersambar petir saat bercocok tanaman, pada Ahad (24/2/2019) sore.
Budi menambahkan berdasarkan hasil prakiraan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisikan (BKMG), potensi cuaca buruk, masih akan terjadi hingga sepekan kedepan.
Olah karena itu, kami mengimbau, agar warga hendaknya waspada, terutama para nelayan. Jika cuaca buruk dan petir menyambar-nyambar hendaknya berteduh di dalam rumah saja,” katanya.
Kasus warga disambar petir merupakan salah satu jenis bencana yang terjadi di Pamekasgan selama musim hujan ini. Jenis bencana lainnya yang juga terjadi di Pamekasan adalah angin kencang, banjir dan tanah longsor.
Data BPBD Pemkab Pamekasan menyebutkan, sedikitnya sebanyak 65 bangunan milik warga, berikut tempat ibadah berupa masjid rusak akibat angin kencang.





